Inilah 6 Mitos Bulu Kewanitaan yang Menyesatkan

  • Jumat, 21 April 2017 23:38 WIB

Infografis | Grid.ID

Grid.ID - Beberapa wanita senang mencukur rambut di area vagina secara rutin agar merasa lebih bersih.

Ada juga yang melakukannya demi penampilan, terutama mereka yang suka berenang menggunakan pakaian model bikini.

Apa pun alasan di baliknya, tetap ada aturan yang sebaiknya Anda patuhi ketika mencukur supaya kulit tidak luka dan hasilnya bersih maksimal.

Ada yang mengatakan bahwa tidak baik jika memangkas seluruh bulu wanita.

Baik atau tidak baiknya mencukur bulu kewanitaan ternyata itu adalah salah satu mitos yang beredar.

Tak semuanya benar, ada beberapa yang ternyata cuma mitos saja dan tak perlu kamu percaya.

Sebelum kamu percaya pada hal yang salah, perhatikan 6 mitos tentang bulu kewanitaan ini.

1. Bulu kewanitaan melindungi dari STD

Banyak yang mempercayai bahwa bulu kewanitaan bisa melindungi wanita dari risiko terkena sexually transmitted disease (STD) atau penyakit seksual menular.

Padahal faktanya, bulu vagina justru akan mempercepat pertumbuhan dan penyebaran bakteri penyebab STD, seperti yang dijelaskan oleh Wendy Askew, M.D., obgyn dari Institute for Women’s Health di San Antonio.

Reporter : None
Editor : Jayeng

KOMENTAR

EMBED THIS ARTICLE

Copy and paste this code into your website.

×