Find Us On Social Media :

Sempat Bilang Banjir Jakarta Lebih Mudah Diatasi jika Jadi Presiden, Sekarang Sosok Ini Malah Bawa-bawa Pembebasan Lahan

By Suar.id, Jumat, 3 Januari 2020 | 12:30 WIB

Grid.ID - Kala masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, permasalahan kemacetan dan banjir di Jakarta akan mudah teratasi jika dia menjadi presiden.

Menurutnya, seorang presiden akan mudah mengatur dan memerintahkan kepala daerah di kawasan Jabodetabek untuk bekerja sama.

Jokowi menilai, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak akan bisa menanggulangi kemacetan dan banjir tanpa bantuan daerah lain karena salah satu sumber penyebab terjadinya dua masalah klasik Jakarta tersebut juga berasal dari daerah-daerah penyangganya.

Baca Juga: 2 Pemilu Berturut-turut Jadi Lawan Utama, Prabowo Subianto Justru Jadi Tamu Agung Pertama Presiden Jokowi di Tahun 2020

"Seharusnya lebih mudah (mengatasi kemacetan) karena kebijakan transportasi itu harusnya tidak hanya Jakarta, tapi juga Jabodetabek."

"Itu seperti halnya dengan masalah banjir. Banjir tidak hanya masalah Jakarta, karena 90 persen air yang menggenangi Jakarta itu justru berasal dari atas (Bogor)."

"Semua pengelolaan 13 sungai besar yang ada di Jakarta juga semuanya kewenangan pemerintah pusat," papar Jokowi di Balaikota Jakarta, melansir dari Kompas.com, Senin (24/3/2014).

Jokowi menjamin, seluruh perencanaan transportasi yang telah dicanangkannya selama menjabat sebagai DKI-1 tidak akan terbengkalai jika nantinya ia menjabat sebagai RI-1.

Bersambung ke halaman selanjutnya