Find Us On Social Media :

Dicambuk dan Dibiarkan Kelaparan, Tawanan Yahudi Ini Akhirnya Berhasil Lolos Meski Sempat Gagal dan Hampir Kehilangan Nyawa, Begini Kisah Pelariannya

By Intisari Online, Selasa, 12 Mei 2020 | 20:33 WIB

Dave Hersch dan tempatnya bersembunyi dari tentara Nazi.

Grid.ID - Kehidupan yang sulit sudah dirasakan Dave Hersch sejak ia masih belia.

Dave yang seorang Yahudi harus merasakan penderitaan menjadi tawanan Nazi.

Kondisi tubuhnya yang memprihatinkan tak membuatnya lolos dari siksaan demi siksaan.

Dengan tinggi mencapai 180 sentimeter, Dave Hersch hanya memiliki berat badan 39 kilogram.

Baca Juga: Ternyata Ada Alasan 'Sakral' Israel Sampai Mati-matian Memperebutkan Tanah di Masjid Al Aqsa dari Tangan Palestina

Pemuda dari Dej, Hungaria, yang kala itu masih berusia 19 tahun tersebut, telah dicambuk, kelaparan, dan dipaksa memindahkan lusinan batu seberat 20 kilogram setiap harinya oleh anggota Nazi.

"Kamp konsentrasi yang ditempatinya adalah Mauthausen. Tempat ini menginginkan tawanan yang ada di sana bekerja hingga meninggal," cerita Jack J. Hersch, anak dari Dave, bertahun-tahun setelah peristiwa Holocaust.

Namun, meski kondisi fisiknya dalam keadaan tidak baik, tapi Dave masih memiliki kekuatan dan kemauan untuk melarikan diri dari kekejaman Nazi hingga dua kali.

Seperti yang diceritakan dalam buku Jack yang berjudul Death March Escape: The Remarkable Story of a Man Who Twice Escaped the Nazi Holocaust, itu merupakan April 1945 ketika Dave dipaksa mengikuti 'barisan kematian' dan menempuh perjalanan 34 mil dari kamp Mauthausen di Austria menuju Gunskirchen.

HALAMAN SELANJUTNYA>>>