Find Us On Social Media :

Tayangan Horor Dokumenter 'Dua Alam' Ungkap Misteri Makam Kuno Moselum Van Motman

By Rangga Gani Satrio, Minggu, 15 November 2020 | 14:13 WIB

Dua Alam

Grid.ID - Tayangan horor dokumenter berjudul Dua Alam kini sudah bisa ditonton.

Dua alam menceritakan tentang Bobby, seorang jurnalis misteri yang gemar menginvestigasi hal-hal gaib dan mistis.

Tergerak untuk mengunjungi tempat misteri dan melakukan sebuah pembuktian, Bobby pun mengajak Mars, temannya yang merupakan seorang Indigo.

Seperti orang Indigo pada umumnya, Mars dapat melihat dan merasakan energi dari keberadaan makhluk dan benda gaib.

Baca Juga: Rukun Meski dalam Satu Keluarga Berbeda Agama, Shandy Aulia: Iman Itu Engga Perlu Diargumentasikan!

Keduanya pun menyusun rencana untuk mengunjungi tempat misterius bernama Moselum Van Motman yang terletak di suatu wilayah di Bogor.

Moselum Van Motman merupakan tempat makam kuno peninggalan jaman penjajahan Belanda milik keluarga Van Motman.

Dibantu dengan Mars, Bobby pun akan menguak misteri dan fakta sejarah dari makam yang terletak di tengah pemukiman warga tersebut.

Baca Juga: Selangkah Lagi Jadi Suami Nathalie Holscher, Sule Ternyata Sempat Jalani Kisah Cinta Bak Film Bersama Mendiang Lina Jubaedah, Berawal dari Bangku Sekolah dan Berakhir di Pengadilan Agama

Program horor dokumenter ini dapat disaksikan secara eksklusif di Vision+.

Mengenai original content Dua Alam ini, OTT Product, Marketing & Programming Director MVN Clarissa Tanoesoedibjo mengatakan, “Setelah sebelumnya kami merilis ‘Twisted’ sebagai original series perdana dari Vision+, kami kembali menyuguhkan konten bernuansa horor dengan mengangkat urban legend daerah di Indonesia yang dikemas layaknya dokumenter, yaitu Dua Alam.”

"Dua Alam tidak hanya menyajikan tayangan yang menyorot kisah horor atau misteri dari sudut pandang seorang Indigo, akan tetapi penonton juga diajak untuk mengungkap fakta-fakta terbaru seputar lokasi angker yang diangkat di dalamnya,” ujar Programming, Production, & Content Acquisitions Director MVN Endang Mayawati. (*)