Find Us On Social Media :

Jadi Mamah Muda, Kesha Ratuliu Bersyukur Jerawat Punggung yang Timbul Saat Hamil Sudah Sembuh, Ternyata Hanya Melakukan Satu Kebiasaan Ini!

By Devi Agustiana, Jumat, 7 Januari 2022 | 16:37 WIB

Begini tips ala Kesha Ratuliu mengatasi jerawat punggung saat hamil.

Laporan Wartawan Grid.ID, Devi Agustiana

Grid.ID – Artis Kesha Ratuliu sedang menikmati masa-masa menjadi ibu baru.

Pasalnya, istri Adhi Permana itu baru saja melahirkan anak pertama pada Minggu (12/12/2022).

Kesha Ratuliu pun tidak segan membagikan kisahnya selama hamil hingga melahirkan melalui media sosial.

Pada Kamis (6/1/2021), wanita berusia 23 tahun itu sempat bercerita bagaimana dirinya saat mengalami jerawat punggung ketika hamil.

Iya, Kesha Ratuliu sempat mengalami masalah tersebut, tapi kondisinya sudah jauh lebih baik sekarang.

Dirinya mengaku tidak melakukan perawatan tertentu untuk mengobati jerawat punggung selama hamil.

Kesha mengaku hanya mandi dan menggunakan sabun seperti biasa.

 

Saat hamil, memang ada banyak perubahan fisik yang dialami ibu, termasuk munculnya jerawat di punggung hingga dada.

Meskipun seringkali tertutup pakaian, tapi jerawat di punggung saat hamil bisa mengganggu kenyamanan.

Baca Juga: Bikin Ibu Hamil di Seluruh Dunia Kegirangan, Ini 8 Manfaat Rambutan untuk Bumil dan Janin, Khasiatnya Sangat Luar Biasa!

Perlu diketahui kalau jerawat di punggung ternyata sangat berbeda dengan jerawat yang biasa tumbuh di wajah.

Dirangkum Grid.ID dari Grid Health, Surgical Associate NYC David Greuner menjelaskan kalau jerawat adalah kulit mati, minyak berlebih, dan kotoran yang menyumbat pori-pori.

Situasi tersebut memberikan kesempatan bagi bakteri untuk tumbuh.

Nah, jerawat pada wajah berbeda dengan jerawat di punggung.

Sebab punggung memiliki pori-pori yang lebih besar sehingga mudah tersumbat.

Inilah alasan mengapa terkadang jerawat di punggung lebih besar daripada jerawat di wajah.

Oleh karena itu, jika ibu hamil merasa jerawat di punggung lebih bandel, itu bukan masalah.

Akan tetapi, jerawat di punggung bisa dihindari agar tidak semakin parah.

Berikut beberapa indikasi masalah kesehatan dengan jerawat di punggung:

Baca Juga: Kondisi Hamil Tua, Lesti Kejora Mendadak Dilarikan ke Rumah Sakit Gegara Kelelahan, Ternyata Ini 4 Penyebab Bumil Sering Merasa Lelah!

1. Perubahan gen

Ternyata jerawat punggung bisa terjadi karena pengaruh genetis.

Ibu hamil perlu berkonsultasi dengan dermatologi untuk mencari tahu kebiasaan dan perawatan seperti apa yang bisa memicu jerawat punggung.

2. Pakaian terlalu ketat

Pakaian yang terlalu ketat bisa menghalangi tubuh untuk mendapatkan kulit bersih.

Hal ini disebabkan permukaan kulit cenderung mudah iritasi dan sulit bernapas.

3. Kurang bersih

Mencuci seprai adalah kebiasaan yang sangat penting.

Apabila masalah jerawat tersebut hilang setelah bumil mengganti seprai, maka tak perlu khawatir akan masalah kesehatan serius.

4. Menggunakan pakaian terlalu lama

Ternyata jerawat punggung juga bisa muncul karena kita memakai pakaian terlalu lama.

Menggunakan pakaian saat berkeringat akan memberikan waktu bagi bakteri untuk berkembang biak di kulit, loh.

Bahkan, pakaian berkeringat bisa menyebabkan ruam pada kulit, infeksi, sampai menurunnya sistem imun.

Baca Juga: Ibu Hamil Wajib Catat! Tolong Jangan Sembarangan Makan Mentimun Kalau Tidak Mau Kandungan Bermasalah, Dokter Bongkar Alasan yang Mengejutkan

5. Hormon

Apabila tahapan-tahapan di atas sudah dilakukan dan jerawat di punggung masih tetap ada, bumil disarankan memeriksakan diri ke dokter.

Karena bisa saja jerawat muncul karena faktor hormon.

6. Konsumsi obat

Ternyata obat yang kita konsumsi bisa juga berdampak pada tubuh.

Nah, jerawat di punggung bisa jadi tanda bahwa tubuh ibu hamil tidak sesuai dengan obat yang dikonsumsi.

7. Adanya gesekan

Penggunaan tas punggung, alat olahraga, sampai aksesori juga bisa menyebabkan masalah jerawat punggung.

Jika memang demikian, tubuh meminta untuk mengganti rutinitas olahraga atau meminimalisasi beban yang diangkat.

Meski jerawat di punggung normal pada ibu hamil muda, tapi jika semakin mengganggu maka disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter.

(*)