Find Us On Social Media :

Padahal Asli Orang Sunda, Happy Salma Justru Ngaku Kesulitan Berdialog Bahasa Sunda di Film 'Before, Now & Then (NANA)'

By Corry Wenas Samosir, Jumat, 21 Januari 2022 | 19:19 WIB

Happy Salma saat Grid.ID temui di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Jumat (21/1/2022).

Laporan Wartawan Grid.ID, Corry Wenas SamosirGrid.ID - Aktris Happy Salma terlibat di film 'Before, Now & Then (NANA)'.Dia didapuk menjadi pemeran utama dalam film baru garapan Kamila Andini yang diproduksi oleh Fourcolours Films. Film 'Before, Now & Then (NANA)' ini diangkat dari bagian novel Jais Darga Namaku karya Ahda Imran.Sebagai wanita berdarah Sunda, tentunya Happy Salma senang bisa bermain film dengan mengangkat budaya Sunda.Apalagi film tersebut seluruhnya menggunakan bahasa Sunda."Senang banget saya hanya berusaha melayani naskah ya selalu percaya sama  sutradra saya jadi apapun diarahkan saya ikut. Enggak ada ekpetasi apa-apa sih akhirnya jadi sebuah karya saja bagus," kata Happy Salma saat Grid.ID temui di kawasan Antasari, Jakarta Selatan, Jumat (21/1/2022)."Saya jadi orang sunda bisa terlibat disebuah karya yang film ada berbahasa sunda itu tuh membanggakan," imbuhnya.Meski terlahir dengan darah Sunda, namun Happy Salma mengaku merasa kesulitan. Sebab bahasa Sunda yang dipakai dalam film tersebut menggunakan bahasa Sunda tahun 1950-an.

Baca Juga: 20 Tahun Lebih Berkiprah Sebagai Artis Hingga Pebisnis Perhiasan, Happy Salma Justru Ngaku Mimpinya Ini Baru Terkabul Usai Hijrah ke Bali dan Diperistri Pria Ningrat

"Saya orang sunda, jadi saya punya bahasa sunda di dalam memori saya adalah di memori tahun 80an kan tapi ternyata pas ketika syuting sundanya berbeda," ucap Happy Salma "Jadi mungkin entah berapa ratus dan ribu kosakata yang hilang. Jadi saya pun seperti belajar artefak, menemukan banyak bahasa yang tidak pernah saya dengar sama sekali," tambahnya.'Before, Now & Then (NANA)' bercerita tentang seorang perempuan Indonesia yang hidup di daerah Jawa Barat di era 1960-an yang diangkat dari sebuah kisah nyata kehidupan Raden Nana Sunani. Kisah seorang perempuan yang melarikan diri dari gerombolan yang ingin menjadikannya istri dan membuatnya kehilangan ayah dan anak. Ia lalu menjalani hidupnya yang baru bersama seorang menak Sunda hingga bersahabat dengan salah satu perempuan simpanan suaminya. Sesuai latar tempatnya, film ini akan menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa utama yang dipakai di film.Film 'Before, Now & Then (NANA)' berhasil lolos dan terseleksi dalam program kompetisi utama yang merupakan program inti dari Berlinale film festival.Total 18 film terpilih, baik dari sutradara yang telah mapan maupun dari sutradara muda yang sedang naik daun, akan berkompetisi untuk memperebutkan penghargaan ‘Golden Bear’ dan ‘Silver Bear’.Dengan visi merangkul keragaman sinema dan cakupan produksinya yang luas di abad ke-21 ini, program kompetisi ini memiliki tujuan untuk memberi kejutan, menghibur, serta memperkaya tontonan pada para penonton dan profesional industri.

Baca Juga: Terungkap Rahasia Kecantikan Happy Salma yang Luluhkan Hati Bangsawan Bali, Ternyata Warisi Bibit Unggul dari Ibunya, Seperti Ini Potretnya

Tahun ini film 'Before, Now & Then (NANA)' akan berkompetisi bersama film-film dari pembuat film dunia ternama seperti sutradara Carla Simon, Claire Denis, Rithy Panh, Denis.Cote, Paolo Taviani, Ulrich Siedl, Andreas Dresen, Hong Sang Soo, Isaki Lacuesta, dan François Ozon.

(*)