Find Us On Social Media :

Lidya Pratiwi, Kisah Tragis Artis Perampok yang Merasa Dijahati Ibunya Sendiri

By Hery Prasetyo, Senin, 7 Agustus 2017 | 14:20 WIB

Lidya Pratiwi dalam persidangan. Dia sempat mengaku tak terlibat pembunuhan dan perampokan, hanya dimanfaatkan ibu dan pamannya.

Grid.ID - Sebagai artis sinetron, Lidya Pratiwi memang tak terlalu melejit.

Namun, namanya hampir setiap hari muncul di semua media pada 2006.

Bukan karena aktinya, tapi bintang sinetron Ande-ande Lumut dan Untung Ada Jini ini dituduh terlibat dalam perampokan dan pembunuhan.

Kisah tragis yang melibatkan artis kelahiran 14 Januari 1987 itu terjadi pada 27 April 2006 pada pukul 11.00 WIB.

Lidya merupakan rekan dekat model Naek Gonggom Hutagalung.

Sementara ibunya, Vince Yusuf dan pamannya Tony Yusuf sedang kesulitan uang dan dikejar-kejar bunga oleh rentenir.

Lidya bertugas menjadi umpan untuk mengajak Naek.

Ibunya menyiapkan perjalanan dan tempat, sedangkan Tony mempersiapkan alat eksekusi bersama Ade Sukardi.

Pada pukul 15.00, Vince, Tony, dan Lidya berangkat dari rumah dengan mengendarai Chevrolet Spark milik Lidya menuju Plasa Senayan.

Dalam perjalanan mereka sempat menjemput Sukardi.

BACA JUGA: Bertahun-tahun Ditahan Usai Membunuh Kekasihnya, Artis Lidya Pratiwi Alami Perlakuan Memilukan, Pengakuannya Bikin Merinding

Di Plasa Senayan, Lidya menghubungi Naek Gonggom. Sedangkan ibunya, Tony dan Sukardi menuju Ancol.

Mereka memesan cottage Tongkol 59 di Putri Duyung.

Pada pukul 19.00 WIB, Vince, Tony dan Ade sempat masuk kamar cottage itu, namun Vince akhirnya keluar.

Sedangkan Tony dan Ade menunggu korban yang dibawa Lidya.

Saat Naek datang bersama Lidya, model itu langsung dipiting oleh Ade, dan Tony menodongkan pisau.

Setelah meminta kartu ATM dan nomor PIN kepada Naek, Tony dan Ade keluar sambil pura-pura membentak Lidya. Tapi, mereka kemudian menarik Lidya ke luar.

Sedangkan Naek diikat dengan kabel di tempat tidur.

Tak lama, Vince menjemput anaknya, Lidya untuk diajak pergi meninggalkan TKP.

Namun, saat diikat, Naek langsung curiga bahwa Lidya bagian dari perampok itu.

Tony dan Ade pun langsung berpikir ini bahaya jika Naek selamat dan akan merusak karier Lidya.

Maka, Naek langsung dihabisi nyawanya dengan cara ditusuk kepala bagian belakang dengan besi pemecah es dua kali.

Korban menjerit kesakitan. Ade Sukardi lalu menjerat lehernya dengan kabel TISS hingga tewas.

BACA JUGA: 11 Tahun Berlalu, Begini Kronologi Menyeramkan Pembunuhan yang Dilakukan Lidya Pratiwi dan Keluarga

Kasus ini akhirnya terbongkar dan mereka semua disidang.

Pada vonis 4 Januari 2007, ibu Lidya Pratiwi, Vince Yusuf divonis hukuman seumur hidup, demikian juga Tony Yusuf.

Sedangkan Lidya Pratiwi dihukum 14 tahun penjara.

Lidya sempat banding dan mengaku dirinya dijahati oleh ibu dan pamannya sendiri, dimanfaatkan.

Dia merasa tak terlibat dalam rencana pembunuhan tersebut.

Namun, upaya Lidya untuk menghindari hukuman tak berhasil. Dia harus menghabiskan 14 tahun hidupnya di balik terali besi.