Find Us On Social Media :

Pelukis Sketsa Pangeran Diponegoro, Nyatanya Bukan orang Indonesia

By Seto Ajinugroho, Kamis, 15 November 2018 | 17:38 WIB

Pelukis Sosok Pangeran Diponegoro, Bukan orang Indonesia

Grid.ID - Jika kalian tidak tahu siapa itu Pangeran Diponegoro, maka kembalilah buka buku IPS sekolah dasar.

Pangeran Diponegoro adalah pahlawan kemerdekaan Indonesia yang amat tersohor namanya.

Pangeran Diponegoro sempat menjadi ancaman bagi Belanda saat dirinya mengobarkan perang Diponegoro/Peran Jawa tahun 1825-1830.

Pangeran Diponegoro sendiri lahir pada 11 November 1785 di Ngayogyakarta Hadiningrat dengan nama Bendara Pangeran Harya Dipanegara.

Baca Juga : Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi, Seorang Lelaki yang Bawa Mobil Korban Ditangkap

Ia memerangi Belanda lantaran sudah muak dengan tabiat penjajah itu yang melanggar adat istiadat setempat, mematok tanah milik Diponegoro secara sepihak dan membebani rakyat dengan pajak tinggi.

Namun peperangan yang ia kobarkan padam setelah dirinya ditipu Belanda yang mengajak diplomasi tetapi sang pangeran malah ditangkap pada 28 Maret 1830 di Magelang.

Usai ditangkap, pangeran Diponegoro ditawan di Batavia pada 11 April 1830.

Tepatnya ia ditahan di Stadhuis yang sekarang menjadi museum Fatahillah.

Baca Juga : Kere Kehabisan Uang Karena Pelesiran, Turis Rusia Dirikan Tenda dan Tidur di Kuburan

Dikutip dari gahetna.nl, di Stadhuis itu ada seorang seniman bernama Adrianus Johannes Jan Bik.

Johannes Jan Bik sendiri lahir di Dunkirk, Prancis pada 13 Januari 1790.

Lantas pada tahun 1821, Bik pergi merantau ke Hindia Belanda.

Nah ketika bertugas di Batavia sebagai hakim kota, Bik bertemu dengan Diponegoro yang ditahan di Stadhuis.

Baca Juga : Derita Sindrom Achupagia, Dalam Benjolan Perut Wanita Ini Ada Puluhan Benda Logam Tajam

Di sana ia bertemu dengan pangeran Diponegoro dan ia mengetahui bahwa orang didepannya itu adalah 'tawanan kelas berat' kolonial Belanda.

Insting seniman Bik mulai hidup, sembari menjadi pengawas Diponegoro di sana, ia mulai membuat sketsa wajah sang pangeran antara 8 April - 3 Mei 1830 tentunya dengan seizin yang bersangkutan.

Dasar seorang seniman, Bik melukis wajah Diponegoro amat detil.

Terlihat goresan penanya memperlihatkan kewibawaan Pangeran Diponegoro sebagai seorang keturunan darah biru.

Bik memang melukis apa adanya, sorban putih, pipi cekung dan keris memang itulah yang dikenakan sang pangeran saat di masa penahanan.

Bik tak tahu jika lukisannya ini bakal menjadi catatan sejarah amat penting bagi Indonesia setelah merdeka.

Karena lukisan sketsa wajah pangeran Diponegoro karyanya kini terdapat di buku-buku pelajaran sekolah, di mata uang rupiah, menjadi lambang Kodam IV Diponegoro, identitas Universitas Diponegoro, nama kapal perang Indonesia hingga masih banyak lagi. (Seto Aji/Grid.ID)