Find Us On Social Media :

Surabaya Menangkan Guangzhou International Award 2018, Tri Rismaharini Curhat Tentang Jatuh Bangun Menata Kota

By Nurul Nareswari, Sabtu, 8 Desember 2018 | 16:21 WIB

Walikota Surabaya, Tri Rismaharini menerima penghargaan Guangzhou International Award 2018.

Laporan Wartawan Grid.ID, Nurul Nareswari

Grid.ID - Surabaya resmi menjadi pemenang dalam ajang Guangzhou International Award 2018.

Kota Surabaya meraih penghargaan Guangzhou International Award 2018 untuk kategori Online Popular City.

Pencapaian tersebut tentu tak lepas dari dukungan masyarakat Surabaya dan masyarakat di seluruh Indonesia yang tak hentinya memberikan dukungan melalui voting online di situs The Guangzhou International Award 2018.

Voting ditutup pada Jumat (7/12/2018) pukul 15.00 WIB. Hasilnya, Indonesia mendapat perolehan sebanyak 1.504.535 voting.

Sementara posisi kedua diraih oleh kota Yiwu di Cina dengan perolehan 1.487.512 voting dan posisi ketiga diraih oleh kota Santa Fe di Argentina dengan perolehan 863.15 voting.

Baca Juga : Meski Tewas Terbunuh Saat Bekerja, Pekerja BUMN PT Istaka Karya Tak Akan Menerima Santunan BPJS Ketenagakerjaan

Surabaya menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia sekaligus wakil dari Asia Tenggara dalam ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh United Cities and Local Governments (UCLG), World Association of the Major Metropolises (Metropolis), dan Pemerintah Kota Guangzhou.

Sosok Tri Rismaharini sebagai Walikota Surabaya berperan besar dalam perkembangan kota Surabaya.

Bukan tugas mudah bagi Tri Rismaharini untuk membenahi ibu kota provinsi Jawa Timur sejak ia mendapuk jabatan sebagai walikota.

Segala usaha yang telah ia bersama masyarakat Surabaya lakukan demi perkembangan kotanya dipaparkan Tri Rismaharani di hadapan 400 juri dan 14 finalis di The Guangzhou International Award 2018 pada Kamis (6/12/2018) waktu setempat.

Baca Juga : Live Streaming dan Sinopsis Sinetron Cinta Suci Episode Sabtu 8 Desember 2018, Marcel Marah Sampai Banting HP!

Menurutnya, pada 2003, Surabaya mengalami masalah besar terkait Sampah.

Saat itu, Surabaya dikenal sebagai kota yang panas, kering, dan sering banjir ketika musim hujan.

"Mengatasi masalah ini, kami mengajak partisipasi masyarakat yang kuat untuk bekerja bahu membahu dengan pemerintah kota melakukan pengelolaan limbah. Karena kami memiliki masalah besar untuk diselesaikan, tetapi dengan anggaran terbatas yang tersedia," kata Risma, seperti dikutip dari Kompas.com.

Risma mulai mengajarkan bagaimana mengelola sampah secara mandiri, yang berkonsep 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle), serta mengajarkan tentang konsep bank sampah.

Surabaya juga bekerja sama dengan Swiss untuk penggunaan lalat hitam yang bertujuan mengurangi sampah organik.

Tidak hanya itu, ia menuturkan Pemkot Surabaya juga membangun waduk-waduk sebagai resapan air selama musim hujan dan cadangan air selama musim kemarau.

Atas segala usaha yang telah dilakukan hingga membuahkan penghargaan, Tri Rismaharani tak lupa mengucapkan terima kasih dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat kota Surabaya.

"Momentum baik ini mari kita jadikan penyemangat untuk memajukan kota yang sangat kita cintai.... SURABAYA! dan itu semua bisa terwujud salah satunya dengan kebersamaan," tulis Tri Rismaharani dalam salah satu postingan instagramnya.

(*)