Find Us On Social Media :

Mendekam di Balik Jeruji Besi, Steve Emmanuel Jadi Banyak Berdoa

By Siti Sarah Nurhayati, Minggu, 30 Desember 2018 | 19:54 WIB

Steve Emmanuel tanpa membuka masker wajah yang menutupi mukanya, di Polres Metro Jakarta Barat, Kami

Laporan Wartawan Grid.ID, Siti Sarah Nurhayati

Grid.ID - Pemain sinetron Steve Emmanuel saat ini tengah mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat sejak ditangkap pada 21 Desember 2018 lalu.

Steve Emmanuel ditangkap karena kepemilikan dan penyelundupan barang haram yang dibawanya dari Belanda, yakni narkotika jenis kokain hydrochloride dengan berat bruto 92,04 gram.

Kini ia sudah diamankan pihak kepolisian Polres Metro Jakarta Barat untuk ditindaklanjuti dan diselidiki lebih dalam.

Sehingga sebelum berkasnya dinyatakan rampung atau P21 ia terpaksa harus mendekam di rumah tahanan terlebih dahulu.

Baca Juga : Menangis, Ria Ricis Ungkap Perjuangannya Wujudkan Rumah Baru

Saat ini Steve Emmanuel masih berada di sel nomor tiga rutan Polres Metro Jakarta Barat bersama dengan 8 hingga 10 tahanan lainnya.

Menurut penuturan polisi jaga yang tengah bertugas di rutan, selama mendekam dalam sel, Steve Emmanuel selalu memperlihatkan prilaku baik.

Bahkan sang polisi jaga juga menyebutkan mantan Andi Soraya ini rajin berdoa di dalam selnya itu.

Baca Juga : Ayu Dewi Sindir Cewe yang Mau Tas Mahal Instan: Masa Kece Tergantung Cowo, Malu Dong

"Saya suka tanya kalau misalkan salat saya ingetin waktu salat. Dia bilang saya berdoa aja," ungkap polisi jaga saat berbincang dengan Grid.ID ditempat pemantauan CCTV rutan, Minggu (30/12/2018).

Saat ini pun, ia mengatakan Steve dalam keadaan baik.

"Baik-baik aja," katanya.

Baca Juga : Ria Ricis Nangis Sesenggukkan Saat Syukuran Rumah Baru karena Tak Didampingi Keluarga

Seperti diketahui, saat itu Steve berhasil diamankan dikediamannya, Kondominium Kintamani, Jakarta Selatan, Jumat (21/12/2018) setelah dilakukan pengintaian sejak September silam.

Dari kediamannya itu, polisi berhasil menemukan tiga barang bukti, yakni 1 plastik klip besar yang berisi narkotika jenis kokain hydrochloride dengan berat bruto 92,04 gram.

Satu buah botol kaca yang saat itu digunakan Steve untuk menyimpan narkotika tersebut, dan satu buah alat hisap untuk narkotika jenis kokain bernama Bullet.

Atas perbuatannya, Steve Emmanuel kini dijerat dengan pasal 114 ayat 2 subsider ayat 112 undang-undang narkotika dengan ancaman pidana maksimal hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati (*)