Find Us On Social Media :

Obat Penenang Boleh Dikonsumsi, Asalkan.., Ini Penjelasan Dokter Spesialis

By Alfa Pratama, Sabtu, 5 Agustus 2017 | 01:42 WIB

Obat penenang sebenarnya hanya merujuk pada obat yang dulu dinamakan Minor Tranquilizer yang biasanya merupakan obat-obat penenang golongan benzodiazepine.

Grid.ID -  Tora Sudiro telah ditetapkan sebagai tersangka kasus penyalahgunaan zat psikotropika, Jumat (4/8/2017).

Tora Sudiro diduga menyimpan 30 butir obat penenang Dumolit. 

Tora Sudiro diduga telah melanggar Pasal 62 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika yang menyebutkan bahwa seseorang yang memiliki dan/atau membawa psikotropika tanpa hak dapat dipidana penjara paling lama 5 tahun dan pidana denda paling banyak Rp 100 juta.

Secara umum, obat psikotropika atau obat penenang merupakan obat yang berhubungan dengan kejiwaan.

" >

Obat penenang yang termasuk golongan benzodiazepine banyak digunakan oleh pasien penderita gangguan cemas atau depresi dengan gejala-gejala psikosomatik.

Cara kerjanya mengubah tingkat kimiawi di otak untuk memengaruhi suasana hati dan perilaku.

"Dumolid (nitrazepam) adalah obat yg termasuk golongan benzodiazepin yang digunakan untuk mengatasi gangguan tidur, ansietas berat, dan gangguan panik. Dan saat ini banyak disalahgunakan," ujar dr. Krisma Kurnia, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam yang berpraktik Rumah Sakit Jiwa Grhasia, Yogyakarta.

Menurut dr. Krima Kurnia, Obat penenang tidak boleh dikonsumsi dalam jangka waktu yang lama dan harus sesuai dengan resep dokter atau psikater.

" >

Pada penggunaan yang tepat dan baik, obat ini sangat bermanfaat untuk pasien-pasien apalagi di awal terapi.

Pada kasus jangka panjang pemberian obat harus dilakukan dalam pengawasan psikiater.

Namun yang terjadi, pasien yang mengkonsumsi obat penenang tanpa berkonsultasi dengan psikiater banyak sekali jumlahnya.

Walaupun awalnya mungkin dokter yang memberikan, banyak ditemukan pasien selanjutnya menggunakan obat tersebut tanpa aturan dokternya lagi. 

"Walaupun sulit ditemukan pada apotek resmi, pasien bisa mendapatkan obat-obat ini bermodalkan kopi resep yang diberikan dokternya pertama kali," ujar dr. Krisma Kurnia, Sp.PD, dokter spesialis penyakit dalam yang juga berpraktik di RSU.Bethesda Lempuyangwangi Yogyakarta dan Rumah Sakit Siloam Yogyakarta.

Yang terparah adalah ada apotek bahkan online shop yang menjual bebas obat penenang.

" >

Efek penjualan bebas obat penenang adalah orang akan mengalami ketergantungan dan kelebihan pemakaian.

Obat penenang yang dikonsumsi berlebih di luar resep dokter maka akan terjadi gejala overdosis obat penenang dengan ciri-ciri gangguan koordinasi, sulit berpikir, badan lemas, diikuti dengan kesulitan bernapas, dan meninggal. 

Obat penenang sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi bersama dengan alkohol karena dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya over dosis.

Hal ini disebabkan kedua obat ini dapat bekerja saling menguatkan efek masing-masing obat.

(*)