Find Us On Social Media :

Jadi Mentor Kompetisi Musik, Widi Puradiredja Bahas Masa Depan Karir Finalisnya

By Rangga Gani Satrio, Senin, 28 Januari 2019 | 08:08 WIB

Widi Puradiredja bersama mentor Go Ahead Challenge 2018.

Laporan Wartawan Grid.ID, Rangga Gani Satrio

Grid.ID - Penabuh drum band Maliq & D'essentials, Widi Puradiredja dipercaya menjadi mentor dalam ajang Go Ahead Challenge 2018.

Dalam ajang tersebut, adik dari Angga Puradiredja ini harus membantu merealisasikan ide yang dimiliki finalis dari segi bermusik.

Sebagai seorang mentor, Widi Puradiredja antusias dengan konsep yang dirancang oleh pihak penyelenggara.

Baca Juga : Tak Ada Pesta Meriah, Begini Cara Yodie Widianto Rayakan Ulang Tahunnya

"Beberapa tahun terkahir sering ikuti program hunting-hunting-an kayak gini. Ini menurut gua pertama kali yang fokus ke output makanya gua seneng banget," kata Widi Puradiredja saat ditemui tim Grid.ID di Artwarding Night Go Ahead Challenge 2018 pada Sabtu (26/1/2019).

"Output nya menjadi topik yang selalu dibicarakan dalam kompetisi sejenis ini," sambungnya.

Baca Juga : Luna Maya Curi Perhatian Netizen karena Pakai Bikini Seharga Rp35 Juta

Saat menjadi mentor, Widi Puradiredja tidak sendiri ada juga Anton Ismael, Jason Ranti, Bill Satya, Naufal Abshar, Kendra Ahimsa, William Gozali, dan Martin Natadipraja.

Pada malam penghargaan tersebut para mentor telah memilih empat finalis terbaik dan satu terfavorit, atas pilihan pengunjung.

Mereka ialah Rinto Saputra Muslim (Balikpapan), Gabriela Elisabeth Edawani Fernandez (Yogyakarta), Faiz Aditya Rahman (Jakarta), Muhammad Fahaad (Maluku), dan Biru Tamaela (Balikpapan) sebagai terfavorit.

Sebagai pemanang Muhammad Fahaad mengatakan, ajang tersebut mampu merealisasikan ide yang dimilikinya dari segi musik dan visual art.

Baca Juga : Tak Mau Ketinggalan dari Babang Tamvan, Sule Juga Lakukan Perawatan Mahal

“Berkat ajang ini, saya memiliki kesempatan besar untuk jadi buktiin ide unik yang saya miliki, yaitu menciptakan alat seni berfungsi ganda. Dimana instrument ini bisa untuk musik dan menciptakan karya visual art dalam satu waktu," ucap Muhammad Fahaad dalam kesempatan yang sama.

"Bantuan para kurator sekaligus mentor di Creative Academy menjadi pengalaman baru yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya,” lanjutnya.

Tidak hanya itu, Faiz Aditya Rahman juga memberikan pesan kepada pemilik 'ide gila' agar tidak ragu untuk mengikuti jejaknya.

"Buat yang belum dapat kesempatan, jangan takut untuk submit ide gila lo. Intinya lo jangan pesimis," ujar Faiz Aditya Rahman.

(*)