Find Us On Social Media :

4 Fakta Kasus Sopir Taksi Gantung Diri di Jakarta Selatan, Terjerat Pinjaman Online Hingga Minta Tolong ke OJK

By Angriawan Cahyo Pawenang, Senin, 11 Februari 2019 | 21:19 WIB

4 Fakta Kasus Sopir Taksi Gantung Diri di Jakarta Selatan, Terjerat Pinjaman Online Hingga Minta Tolong ke OJK

Laporan Wartawan Grid.ID, Angriawan Cahyo Pawenang

Grid.ID - Terkuak beberapa fakta terkait kasus sopir taksi gantung diri di kamar kos Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.

Salah satu fakta yang terkuak dari kasus sopir taksi gantung diri di Jakarta Selatan ini ternyata sebelum mengakhiri hidupnya, pria tersebut sempat meninggalkan sebuah surat.

Dari surat tersebut ada 4 fakta yang terungkap dalam kasus sopir taksi gantung diri di Jakarta Selatan ini.

Baca Juga : Miris, Gadis 13 Tahun Asal Inggris Ditemukan Tewas Gantung Diri Akibat Sang Ibu Lebih Sayang pada Anjing

Dikutip dari Kompas.com pada Senin (11/2/2019), ditemukan seorang sopir taksi yang tewas gantung diri.

Kanit Reskrim Polsek Mampang Iptu Anton Apriyanto menuliskan kalau pria tersebut merupakan seorang sopir taksi salah satu perusahaan.

Berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian, diketahui korban bernama Zulfadli dengan umur 35 tahun.

Baca Juga : Diduga Putus Asa Akibat Penyakit yang Diderita Selama Bertahun-tahun, Seorang Kakek di Surabaya Ditemukan Tewas Gantung Diri

Dikutip dari Warta Kota dan Kompas.com, berikut Grid.ID rangkum empat fakta terkait kasus sopir taksi yang gantung diri di Jakarta Selatan.

1. Gantung diri di kamar kos milik temannya

Rekan Zulfadli yang bernama Nardi mengatakan kalau sebelumnya Zul datang ke kamar kosnya pada Minggu malam.

Baca Juga : Usai Putus Cinta, Pemuda di Pekalongan Tenggak Air Sabun dan Gantung Diri Lalu Mengirim Videonya ke Sang Kekasih

Zul mengatakan kalau dirinya ingin menginap disana karena tidak bisa tidur di mess karyawan milik perusahaan.

"Dia bilang ingin menginap karena tidak bisa tidur di mess sopir," ujar Nardi

Malam itu Nardi meninggalkan Zul karena harus berangkat kerja sebagai tukang cuci di perusahaan yang sama.

Baca Juga : Tak Terima Diputuskan Sang Kekasih, Pelajar SMA di Sintang Tewas Gantung Diri

Setelah kembali dari bekerja pada pagi hari, ternyata kamar kos dalam kondisi terkunci.

Setelah beberapa kali diketuk tidak ada jawaban, kemudian Nardi mendobrak pintu tersebut.

Nardi kaget ketika mengetahui Zul sudah dalam keadaan meninggal dengan tubuh menggantung di kamar kosnya.

Baca Juga : Mengaku Tak Betah Tinggal di Rumah, Seorang Pria di Riau Pamit Cari Rumput lalu Ditemukan Tewas Gantung DiriBaca Juga : Tragis, Gadis Kecil Berusia 10 Tahun Nekat Gantung Diri Demi Bahagiakan Sang Ibunda

2. Minta maaf ke keluarganya

Berdasarkan olah TKP, kepolisian menemukan surat wasiat yang dituliskan oleh Zul.

Dalam surat tersebut Zul meminta maaf kepada istrinya karena merasa belum bisa membahagiakannya.

Zul juga berpesan melalui surat tersebut kepada anaknya agar jangan jadi pribadi yang pembohong.

Baca Juga : Sempat Dikira Sedang Memotong Kayu di Pohon, Seorang Kakek Asal Malang Ternyata Tewas Gantung Diri

Zulfadli juga menuliskan meminta maaf karena membuat hidup keluarganya susah.

3. Terjerat pinjaman online

Melalui surat wasiat yang ditulisnya, Zul menyampaikan kalau dirinya mengalami masalah ekonomi dan terjerat pinjaman online.

Baca Juga : Seorang Ibu di Riau Gantung Diri, Saat Ditemukan Masih Memegang Selembar Surat untuk sang Suami

Zul menuliskan kalau pinjaman online merupakan jebakan setan.

"Wahai para rentenir online, kita bertemu nanti di alam sana," tulis Zul di pesannya.

Meski dirinya terjerat hutang, Zul menuliskan agar jangan ada yang membayarkan hutang miliknya tersebut karena itu merupakan masalah pribadinya.

Baca Juga : Miris! Seorang Remaja Ditemukan Gantung Diri, Diduga karena Momo Games

"Jangan pernah ada yang bayar hutang online saya karna hanya saya yang terlibat. Tidak ada orang lain yang terlibat kecuali saya," tulis Zul

4. Minta tolong ke OJK

Di surat wasiat tersebut, Zul juga menuliskan permintaannya ke Otoritas Jasa Keuangan atau OJK.

Baca Juga : Adik Kandung Ratu Belanda Tewas Gantung Diri di Apartemennya

Dirinya merasa terjebak dalam program pinjaman online.

Zul menuliskan agar OJK dan pihak berwajib untuk menghentikan praktik pinjaman online yang menurutnya merupakan 'jebakan setan'.

(*)