Find Us On Social Media :

Dikenal Sebagai Wilayah Dataran Tinggi, Wilayah Pangalengan Justru Dilanda Banjir Bandang

By Asri sulistyowati, Sabtu, 2 Maret 2019 | 12:28 WIB

Banjir bandang yang melanda Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung mengakibatkan sekitar 150 rumah terendam, Jumat (1/3/2019).

Laporan Wartawan Grid.ID, Asri Sulistyowati

Grid.ID - Indonesia kembali dilanda becanda alam.

Banjir bandang melanda Kampung Rancamanyar, Desa Margamukti, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Dilansir Grid.ID dari Kompas.com dan TribunJabar.id, Kepala Bidang (Kabid) Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Bandung, Sudrajat mengungkapkan penyebab banjir terjadi karena hujan deras yang mengguyur wilayah Bandung Raya.

Baca Juga : Tragis, Wanita Simpanan Mantan PM Malaysia ini Dibunuh dan Tubuhnya Diledakkan dengan Bom!

Hujan deras di kawasan Pangalengan yang merupakan dataran tinggi itu terjadi pada Jumat (1/3/2019) mulai dari pukul 14.00 WIB dan banjir bandang terjadi pada pukul 16.00 WIB.

Akibat hujan deras, anak Sungai Cisangkuy meluap serta ditambah dengan adanya penyumbatan pada wilayah tersebut.

"Iya, banjir bandang akibat Sungai Cisangkuy di atasnya tersumbat dan saat ini sedang ditangani petugas dan relawan setempat," kata Sudrajat dalam pesan singkatnya pada Jumat (1/3/2019).

Baca Juga : Dalam Sejarah Manusia, 2019 Akan Jadi Tahun Terpanas Akibat Perubahan Iklim

Banjir tersebut merendam ratusan rumah di tiga RW yakni RW 10,12 dan 13 Kampung Rancamanyar.

"Jumlah rumah yang terendam seluruhnya 252 rumah," ungkap Sudrajat.

Tak hanya merendam rumah warga, banjir juga merusak beberapa rumah dan jembatan.

"Rumah yang rusak berat 6 dan 3 jembatan permanen yang rusak," ungkapnya

Baca Juga : Bak Peragawati, Menteri Susi Pudjiastuti Tenteng Tas Ramah Lingkungan

Kapusdatin Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui akun Instagramnya mengunggah kabar banjir tersebut.

Sutopo melalui unggahan selanjutnya mengungkapkan jika biasanya banjir terjadi di dataran rendah, sekarang makin banyak banjir terjadi di dataran tinggi.

Seperti saat ini daerah Pangalengan yang diketahui memiliki wilayah tinggi namun bisa terjadi banjir.

Menurutnya, fenomena alam yang terjadi lantaran ulah manusia sehingga daya tampung dan daya dukung lingkungan sudah terlampaui.

Baca Juga : Bukan Mafia Amerika, ini 5 Daftar Gangster Terbesar dan Paling Ditakuti di Dunia!

Lebih lanjut, Sutopo mengatakan penyebab lain terjadinya fenomena banjir melanda wilayah dataran tinggi.

"Gundulnya hutan, berkurangnya kawasan resapan air, DAS kritis, sungai makin dangkal dan sempit, drainase yang tidak memadai, sungai penuh sampah dan lainnya adalah penyebab banjir. Kita sudah seharusnya jaga alam, alam akan jaga kita juga," kata Sutopo dalam pesan singkatnya yang dikutip Grid.ID dari Kompas.com.

Sutopo menyebutkan, banjir bandang terjadi bukan hanya karena hujan tapi juga adanya proyek pembuatan saluran air.

"Adanya proyek pembuatan saluran air. Untuk kepentingan proyek, air dialihkan sementara sehingga memasuki jalan raya dan permukiman," ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun tinggi muka air yang merendam pemukiman di wilayah itu mencapai 20-70 sentimeter.

(*)