Find Us On Social Media :

Kasus Hilangnya Madeleine, 12 tahun Kembali Mencuat dan Munculkan Dugaan Predator Anak Asal Jerman Ikut Terlibat

By Ruhil Yumna, Minggu, 5 Mei 2019 | 15:25 WIB

Kasus Hilangnya Madeleine, 12 tahun Kembali Mencuat, dan Munculkan Dugaan Predator Anak Asal Jerman Ikut Terlibat.

Laporan Wartawan Grid.ID, Ruhil I. Yumna

Grid.ID - Kasus menghilangnya Madeleine McCann pada 12 tahun lalu kembali mendapat perhatian.

Pasalnya, ada dugaan jika tersangka atas menghilangnya gadis tersebut adalah seorang pembunuh anak asal Jerman.

Kini penyelidikan sedang dilakukan untuk mengidentifikasi apakah Martin Ney memiliki kaitan dengan kasus tersebut.

Baca Juga : Usai Sumpahi Andre Taulany Jadi Seperti Kotoran Karena Dituding Hina Nabi, Jihan Fahira: Aku Wajib Minta Maaf

Dilansir oleh Grid.ID dari Mirror, Martin Ney kini sedang menjalani masa hukuman seumur hidup atas perbuatannya membunuh tiga anak.

Dikenal publik sebagai, 'Pria Bertopeng' Martin Ney sangat mirip dengan ilustrasi pria yang bersama Madeleine, sesaat sebelum menghilang.

Hal itu terungkap saat orang tua korban, memperingati hilangnya putri mereka.

Putri mereka menghilang 12 tahun lalu, saat mereka berlibur ke Praia da Luz, Portugal.

Baca Juga : Nicholas Sean Mulai Tekuni Bisnis, Ini Pesan Ahok untuk Anak Sulungnya

Baca Juga : Cara Mudah Membersihkan Kompor Hingga Kinclong seperti Baru, Cuma Butuh 3 Menit!

Ney adalah predator anak yang mencari korbannya saat musim-musim liburan.

Dia akan memasukkan korbannya ke tenda atau vila.

Dalam menjalankan aksinya, Ney biasanya akan mengenakan topeng dan membawa senjata.

Keterlibatan Ney pada hilangnya Madeleine sebenarnya sudah diungkap pada 2011, oleh Scotland Yard namun disanggah oleh kepolisian Berlin yang menyatakan bahwa Ney hanya menragetkan anak laki-laki saja.

Baca Juga : Manfaat dan Misteri Rambut Kemaluan Manusia, Mulai Kesehatan Hingga Kunci Daya Tarik Seksual

Kemudian detektif kembali menemukan bukti baru atas kasus menghilangnya Madeleine.

Bertepatan dengan menghilangnya Medeleine, pada saat yang sama Ney tengah menjalani proyek tuna wisma di sebuah gereja, di Portugal.

Namun, kembali klaim tersebut disanggah langsung oleh Ney yang mengatakan bahwa dirinya tidak melakukan pembunuhan disana dan menyangkal terlibat pada kasus itu.

Baca Juga : Banjir Doa untuk Menikah Lagi, Gracia Indri Ngaku Tengah Menikmati Hidup

Ney sendiri diganjar hukuman seumur hidup pada 2011, atas tindakannya membunuh tiga anak laki-laki.

Korban dari Ney adalah, Stefan Jahr, 13, Dennis Rostel, 8, dan Dennis Kleinfrom, 9.

Ketiga korban itu ia bunuh antara tahun 1992 hingga 2001.

Scotland Yard dan Kepolisian Portugal merahasiakan nama tersangka yang diduga terlibat dalam kasus hilangnya Madeleine.

Baca Juga : Ramalan Denny Darko Terbukti! Syahrini Nyinyirin Tamu Undangan yang Dianggap Julid, Sindir Hotman Paris?

Namun, mantan polisi terkenal Portugal, Goncalo Amaral menyatakan bahwa memang ada tersangka asal Jerman yang sedang disediliki.

Amaral mengatakan bahwa kepolisian Inggris akan menutupi kasus ini dengan menjadikan tersangka asal Jerman itu sebagai kambing hitam.

Ada kekhawatiran bahwa Ney mungkin adalah anggota dari perkumpulan pedofil yang beroperasi di Algarve di saat kasus itu terjadi.

Baca Juga : Gitaris Rolling Stones Bill Wyman Sampaikan Penyesalannya Menikahi Mandy Smith yang Beda 34 Tahun Darinya

Seorang pedofil lain yang diduga terlibat, adalah pria Inggris, Raymond Hewlett, yang saat itu berada satu jam dari Praia da Luz.

Hewlett sendiri telah dipenjara beberapa kali atas kekerasan seksual terhadap gadis-gadis muda dan kemudian meninggal karena kanker tenggorokan pada 2010.

Kasus menghilangnya Madeleine kembali mencuat, saat surat kabar Potugal memberitakan peringatan kasus tersebut.

(*)