Find Us On Social Media :

Mengerikan! 10 Bandara Ini Paling Berbahaya di Dunia

By Dianita Anggraeni, Selasa, 11 Juni 2019 | 19:38 WIB

Bandara Lukla di Nepal.

Laporan Wartawan Grid.ID, Dianita Anggraeni

Grid.ID - Bandara merupakan sebuah fasilitas tempat pesawat terbang dapat lepas landas dan mendarat.

Biasanya bandara diberbagai negara selalu berbeda dan mempunyai daya tarik tersendiri.

Namun, bandara-bandara ini terbilang berbahaya karena memiliki tempat, fasilitas, maupun keamanan yang tak ramah untuk pengunjung.

Baca Juga: Tak Kalah dari Warung Bu Anny, Pedagang Kaki Lima ini Viral Setelah Jual Rujak Cingur Rp60 Ribu per Porsi

Berikut 16 bandara paling berbahaya di dunia versi Reader's Digest:

1. Lukla Airport, Nepal

Bandara ini terbilang berbahaya karena landasan pacu yang sangat pendek.

Selain itu, letak bandara berada di antara beberapa gunung, termasuk Gunung Everest, gunung tertinggi di dunia.

Bandara Lukla juga disebut sebagai bandara ekstrem karena kurangnya pengontrol daya dan pengaturan lalu lintas udara.

2. Bandara Toncontin, Honduras

Menurut pengamat teknik, untuk bersiap turun di Bandara Toncontin, pesawat harus berbelok cepat sejauh 45 derajat untuk mencapai landasan pacu di lembah, kemudian dengan cepat harus menurunkan ketinggian yang berpotensi langsung mengikis medan di bawah pesawat akibat gesekan.

Baca Juga: Totalitas! Dwi Sasono Rela Di-Makeup Selama 2 Jam Demi Perankan Karakter dalam Film Mendadak Kaya

3. Bandara Internasional Princess Juliana, St. Maarten

Pesawat berbadan lebar besar yang membawa turis ke St.

Maarten membutuhkan landasan pacu lebih dari 8.000 kaki untuk mendarat dengan aman, sementara landasan pacu di bandara tersebut hanya sepanjang 7.100 kaki.

Kendati demikian, pemandangan di sini sangat menakjubkan sehingga mungkin bisa membayar ketegangan tadi.

4. Bandara Paro, Bhutan

Bandara ini bisa dibilang sangat sederhana dengan landasan pacu yang hanya sekitar 6.500 kaki.

Letak bandara berada di antara puncak Gunung Himalaya dengan ketinggian lebih dari 18.000 kaki.

Sampai saat ini, hanya delapan pilot yang memenuhi persyaratan untuk melakukan pendaratan di Bandara Paro.

5. Bandara Narsarsuaq, Greenland

Bandara Narsarsuaq memiliki landasan pacu yang tertutup es suhu yang sangat dingin, angin kencang, dan jarak pandang rendah karena terdapat salju tebal dan awan abu dari gunung api aktif terdekat.

Pastikan kesehatan jantung jika ingin mendarat di bandara ini.

Baca Juga: Unggah Foto Romantis Bersama, Ayu Dewi Sebut Sang Suami Edward Pulen, Netizen: Lucu!

6. Bandara Madeira, Portugal

Hanya 20 kapten dari maskapai British Airways yang memenuhi syarat untuk beroperasi ke Bandara Madeira. Bandara ini tidak memiliki sistem pendaratan instrumen yang mengharuskan pilot menavigasi medan yang menantang secara manual. Selain itu, angin di bandara ini kuat dari lautan di satu sisi dan pegunungan di sisi lainnya.

7. Bandara Courchevel, Prancis

Letaknya berada di Pegunungan Alpen, dekat perbatasan Italia.

Bandara Courchevel berlokasi di ketinggian 6.500 kaki dengan landasan pacu kecil sepanjang 1.760 kaki dan kemiringan lereng sekitar 18,5 persen.

Kurangnya pencahayaan dan sistem keamanan di bandara ini tidak memungkinkan digunakan ketika cuaca buruk melanda.

Baca Juga: Teuku Wisnu Tak Menutup Kemungkinan untuk Poligami, Shireen Sungkar: Sebagai Perempuan Saya Enggak Sanggup

8. Bandara Gibraltar, Gibraltar

Agen perjalanan Wow Travel mengatakan, Bandara Gibraltar hanya memiliki satu landasan pacu yang memotong jalan utama kota.

Kendaraan darat yang sedang melintas di jalan utama tersebut harus berhenti ketika pesawat mendarat atau lepas landas dari bandara ini.

9. Bandara Gisborne, Selandia Baru

Jika lalu lintas jalan harus terhenti di Bandara Gibraltar untuk pesawat terbang, Bandara Gisborne bahkan harus berkoordinasi dengan layanan kereta api nasional untuk mendaratkan pesawat di sini karena langsung melintasi jalan utama, kemudian berhenti di tiga landasan pacu berumput.

Meskipun tidak terlalu sibuk, Bandara Gisborne masih tetap beroperasi.

10. MCAS Futenma, Okinawa Jepang

Keadaan di MCAS Futenma merupakan pelanggaran langsung terhadap standar keselamatan yang ditetapkan oleh Departemen Angkatan Laut Amerika Serikat untuk lapangan udara militer.

Letak landasan pacu berada di tengah kota yang ramai, lebih dari 3.000 penduduk dengan kehadiran sekolah dan rumah sakit yang seharusnya menjadi zona aman.

(*)