Find Us On Social Media :

Dokter Kaya Raya Menyesal Punya Banyak Harta Sebelum Meninggal karena Kanker, Ini Curahan Hatinya

By Agil Hari Santoso, Rabu, 19 Juni 2019 | 09:58 WIB

Dokter Kaya Raya Menyesal Punya Banyak Harta Sebelum Meninggal karena Kanker, Ini Curahan Hatinya

Grid.ID - Kesuksesan, sering kali diasosiasikan dengan karir dan kekayaan seseorang.

Orang-orang selalu berpikir jika semakin banyak uang yang dimiliki, semakin bahagia pula orang itu.

Padahal, pandangan tersebut belum tentu benar.

Baca Juga: Pulang Kerja Larut Malam Langsung Dimintai Uang Belanja, Ayah Ini Kalap dan Lempar Bayinya dari Jendela Lantai 6

Hal inilah yang coba dijelaskan oleh seorang dokter bernama Dr Richard Teo Ken Siang.

Mengutip Asia One, Dr Richard merupakan seorang dokter yang memiliki karir mentereng.

Richard mengawali karirnya sebagai dokter mata biasa.

Namun setelah memutuskan untuk mulai menekuni bidang kecantikan, Dr Richard seakan langsung dihujani uang dari langit.

Baca Juga: Situs Porno di Hong Kong Dimatikan Total Agar Masyarakat Bisa Ikut Demo Tolak UU Ekstradisi

Dengan kekayaannya, Dr Richard mampu membeli berbagai mobil sports mewah seharga miliaran rupiah.

Semenjak muda selalu bekerja keras dan berambisi untuk selalu menang, Dr Richard pun awalnya berpikir jika ia berhasil meraih mewujudkan mimpinya selama ini.

Namun, pandangannya akan kesuksesan mulai berubah saat dirinya divonis mengidap kanker pada 11 Maret 2011 silam.

Baca Juga: Juragan Durian Coba Bunuh Keluarga Pensiunan Polisi di Sumatera Utara, Sewa Pembunuh Bayaran Rp 50 Juta Demi Dapatkan Sepetak Tanah

Kankernya pun bisa dibilang cukup parah, karena telah menyerang paru-paru, tulang belakang, hingga otaknya.

Istri Richard, Teo, mengatakan jika suaminya terus menangis sepanjang malam karena harus menahan sakit yang tak tertahankan.

Tak cuma sakit secara fisik, Dr Richard juga tak mampu menahan rasa sakit yang menyerang mentalnya.

Dr Richard merasa uang-uang yang dicarinya selama ini, tak mampu membantunya lolos dari penyakitnya itu.

Baca Juga: Main Petak Umpet, 2 Bocah Kakak Beradik Tewas di Dalam Kulkas

Awalnya, Dr Richard tak mau menerima kenyataan, cuma bisa tertidur di atas rannjang rumah sakit.

Namun kemudian, Dr Richard merasa menemukan arti kehidupan yang sebenarnya.

Dr Richard, sosok yang terbiasa hidup mewah dan bergaul dengan selebritis ternama, akhirnya mulai refleksi kehidupannya selama ini.

Baca Juga: Terungkap Kondisi Terakhir Tersangka Kecelakaan Maut Tol Cipali Sebelum Mengaku Hendak Dibunuh Sopir, Merasa Diikuti dan Tak Disenangi Rekan Kerja 

"Setiap tahun baru, aku selalu kendarai Ferrari cuma untuk pamer ke saudara dan teman-temanku. Kau kira itu kebahagiaan sejati? Sejujurnya, itu hanyalah wujud dari dengki, cemburu, dan kebencian."

"Di akhir hidupku, aku tak menemukan kebahagiaan dari harta yang kumiliki, Ferrari-ku, lahan yang kupunya, hingga bisnis yang sukses kubangun," ungkap Dr Richard di penghujung hidupnya, dikutip Grid.ID dari World of Buzz.

Dr Richard menganggap, jika harta-harta yang dimilikinya itu tak mampu menemaninya di akhir hidupnya,

Baca Juga: Salah Satu Orang Terbaik di Kemenkumham Jadi Stres Gara-gara Aksi Setya Novanto Plesiran

"Ironisnya adalah, semua barang mewah yang kupunya, kesuksesan, penghargaan, mobil, rumah dan semuanya. Aku kira semua itu akan memberiku kebahagian."

"Berpikir tentang semua itu, aku justru tak bisa merasa bahagia., Aku tak bisa memeluk Ferrari-ku saat tidur. Tidak, itu tidak akan pernah terjadi," jelasnya.

Bukan dari harta, Dr Richard mengaku jika ia mampu mendapatkan kebahagian dari orang-orang yang berada di dekatnya.

Baca Juga: Bak Pertanda, Rekan Korban Kecelakaan Maut Tol Cipali, Daryono Sempat Rasakan Keanehan Saat Korban Mendadak Ingin Mudik

Baca Juga: Lihat Seksinya Cinta Laura Saat Pamer Body Goals Pakai Hot Pants yang Curi Perhatian

"Yang memberiku kebahagiaan selama 10 bulan ini adalah interaksiku dengan orang tercinta, teman, dan orang-orang yang memang peduli denganku. Mereka tertawa dan menangis bersamaku, mereka bisa mengerti apa yang tengah kuhadapi," ujar Dr Richard.

Jika diberi kesempatan untuk bisa mengulangi hidup, Dr Richard ingin menjadi dokter yang berbeda dari dirinya sekarang.

"Jika bisa, aku pasti bakal menjadi dokter yang berbeda. Karena aku sudah sungguh mengerti akan apa yang dirasakan para pasienku sekarang. Terkadang, kamu harus belajar dengan cara yang sulit," tambahnya lagi.

Namun sayangnya, Dr Richard tak diberi kesempatan untuk mewujudkan penyesalannya itu.

Baca Juga: Viral, Ditemukan Bangkai Ikan Pari dengan Perut Buncit Tak Wajar, Ternyata Berisi Botol Kaca, Buku, dan Kamera Digital

Dr Richard tutup usia pada tahun 2012 siilam akibat kanker.

Walau begitu, sang istri, Teo, tetap merasa bangga dengan pandangan baru Dr RIchard di penghujung hidupnya.

"Dia ingin para dokter generasi baru bisa mengubah cara berpikir. Dia ingin agar mereka mau merawat para pasien dengan sangat manusiawi dan melakukan pekerjaannya dengan tulus," tutup Teo, istri Dr Richard.

Baca Juga: Nyanyi Bareng Super Junior, Lihat Tampilan Rossa dengan Mini Dress yang Curi Perhatian

(*)