Find Us On Social Media :

Tidur Malam Kurang dari 6 Jam? Hati-hati Bisa Terkena Serangan Jantung Hingga Stroke!

By Arif Budhi Suryanto, Rabu, 14 Agustus 2019 | 21:55 WIB

Tidur tengkurap

Laporan Wartawan Grid.ID, Arif Budhi Suryanto

Grid.ID - Pernahkah kamu merasa lelah dan mengantuk di kantor saat pagi hari?

Mungkin itu tandanya kamu kekurangan tidur.

Tidur malam yang cukup memang diperlukan untuk mengembalikan stamina kita setelah seharian bekerja.

Dan menurut salah satu Profesor di Sleep Medicine, Paul Gringras, tidur malam yang ideal adalah 6 jam.

Dan jika tidurmu kurang dari 6 jam maka kamu perlu waspada.

Sebab, selain menyebabkan rasa lelah di pagi hari, kekurangan tidur juga dapat menyebabkan kolesterol dan tekanan darah naik.

"Jika kamu memiliki kualitas dan kuantitas tidur yang buruk, maka kamu memiliki kemungkinan 60% lebih besar terkena serangan jantung, tekanan darah tinggi dan stroke," ungkap Gringas yang Grid.ID kutip dari The Sun.

Baca Juga: Cara Member BTS Nikmati Libur Panjang, Tidur 10 Jam Sampai Buat Video Lipsync!

Hal ini disebabkan oleh kurangnya tubuh dalam memproduksi zat sitokin.

Zat sitokin adalah sistem imun tubuh yang dihasilkan ketika tidur, sehingga jika kita tidur kurang dari 6 jam semalam maka akan mengurangi jumlah zat sitokin yang diproduksi tubuh.

Berkurangnya zat sitokin ini otomatis akan mempengaruhi sistem kekebalan tubuh kita.

Tak hanya mengganggu kesehatan, kekurangan tidur juga dapat mempengaruhi proses penilaian mereka.

Akurasi serta waktu pengambilan keputusan mereka akan terganggu.

Akibatnya, orang yang tidur malam kurang dari 6 jam akan lebih impulsif.

Baca Juga: Film Bebas ajak Penonton Nostalgia Masa-masa SMA, Kamu Bisa Temukan Masa Muda yang Hilang!

Jika kamu merupakan salah satu orang dengan kualitas dan kuantitas tidur yang kurang baik maka solusinya adalah dengan berolahraga di siang hari.

Menurut Gringas, berolahraga di siang hari dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas tidur orang di malam hari.

"Survey menunjukkan, 85% orang yang melakukan olahraga di siang hari memiliki kualitas dan kuantitas tidur yang lebih baik daripada yang tidak," ujarnya.

"Itulah kenapa para atlit selalu menekankan pada kualitas tidur yang cukup," imbuhnya.

(*)