Find Us On Social Media :

Merinding! YouTuber Ini Masak Mie Instan Bareng Kecoak: Rasanya Mirip Udang Goreng!

By Siti Maesaroh, Senin, 26 Agustus 2019 | 08:16 WIB

Merinding! YouTuber Ini Masak Mie Instan Bareng Kecoak: Rasanya Mirip Udang Goreng!

Baca Juga: Viral Video Sejumlah Remaja Meremas Setumpuk Mie Instan di Pusat Perbelanjaan

Dalam video yang diunggahnya, sebelum mencampurkan mie dengan kecoak, ia membersihkannya terlebih dahulu dengan air dan sabun cuci piring.

Ia merebus kecoak tersebut lalu menggorengnya.

Ia kemudian menambahkan kecoak yang telah matang digorengnya itu ke atas mie instan.

Setelah mencicipi, ia mengatakan rasa kecoak goreng mirip seperti udang.

"Kek udang. Em enak kek udang, guys, ternyata. Beneran ini kek udang utuh yang ada kulitnya terus kalian goreng sampai kering, rasanya gak jauh beda," ujar Babon Santoso."Jadi dalemnya ini rasanya kayak udang campur e*k, *ek kecoa, tapi enak sih gak ada yang aneh," tambahnya.

Baca Juga: Viral Di Twitter Challenge Makan Mie Instan 3 Kali Sehari Selama Sebulan, Amankah bagi Kesehatan?

Sebelumnya, ia mengungkapkan telah meneliti beberapa jenis serangga mana yang dapat dikonsumsi, dan ia mengaku tertarik dengan kecoak.

Setelah membagikan video memasak dan mengonsumsi mie instan yang dicampur kecoa, Bobon mengungkapkan tak mengalami masalah buruk dengan tubuhnya.

Namun, ia mengaku merasa mual usai menyantapnya.

Baca Juga: Orang Tua Berprofesi Sebagai Polisi, Dewi Perssik Ngaku Pernah Ngamen di Jalanan Hingga Harus Makan Mie Instan Selama 1 Bulan Demi Gapai Cita-Cita Jadi Penyanyi Dangdut

Berikut aksi Bobon Santoso di YouTube channelnya saat mengkonsumsi indomie yang dicampur dengan kecoa:

Menurut Nuri Andawulan, direktur Ilmu dan Teknologi Pangan Pertanian Asia Tenggara (SEAFEST), semua orang harus berhati-hati ketika ingin mengonsumsi kecoak.

Baca Juga: Jago Masak hingga Jadi Juri Masterchef Indonesia, Chef Renatta Moeloek Ternyata Pernah Luka Parah Hanya Gara-gara Masak Mie Instan

Pasalnya, sebagian besar kecoa tidak aman untuk dikonsumsi karena cara hidup mereka yang berpotensi menimbulkan berbagai penyakit.

(*)