Find Us On Social Media :

Viral Ritual Topo Pendem Mbah Pani Asal Pati, Dikubur Hidup-hidup Pakai Kain Kafan di Bulan Suro

By Novita Desy Prasetyowati, Selasa, 17 September 2019 | 15:19 WIB

Viral Ritual Topo Pendem Mbah Pani Asal Pati, Dikubur Hidup-hidup Pakai Kain Kafan Tiap Bulan Suro

Mbah Pani akan dibalut dengan kain kafan dan dikubur hidup-hidup di liang tanah yang diberi lubang dengan pipa untuk pernapasan.

Di dalam liang kubur, ia akan dimasukkan ke dalam peti yang sudah disediakan bantal dari tanah untuk tempat pertapaan.

Ketika prosesi ritual dilakukan, hanya pihak keluarga dan tokoh masyarakat setempat yang diperkenankan masuk rumah.

Baca Juga: Takut Dikubur Hidup-Hidup, Seorang Pria Tinggalkan Surat Wasiat Teraneh di Dunia

Sementara itu, pintu dikunci dari dalam, dan warga hanya bisa melihat dari luar.

Hal ini dilakukan lantaran prosesi ini dianggap sakral oleh keluarga, serta penuh keheningan saat Mbah Peni akan dikubur.

Sutoyo, Carik Desa Bendar ikut mengungkap sosok Mbah Pani yang rajin beribadah ke musala itu.

Baca Juga: Lewati Jalan Pintas Demi Segera Berjumpa Ibu, Ketemu 2 Petani, Dipaksa Masuk Peti Mati dan Akan Dikubur Hidup-Hidup

"Dia selalu di musala. Setiap waktu salat dia yang azan. Salat lima waktu selalu di musala," ujar Sutoyo.

Namun, karena mendapat pesan dari Mbah Pani, Sutoyo enggan memaparkan tujuan dari ritual topo pendem.

"Tentang ritual ini, berdasarkan pesan Pak Pani, kejelasannya belum bisa disampaikan saat ini. Besok kalau sudah selesai bertapa baru bisa menjelaskan sesuatu yang ada di dalam. Tujuan ritual ini juga belum bisa disampaikan saat ini, karena dia mungkin punya rahasia. Punya sesuatu yang kaitannya dengan ritual," papar Sutoyo.

Baca Juga: Serem Banget, Selvi Kitty dan Bertrand Antolin Dikubur Hidup-hidup!

Selain itu, Sutoyo juga menceritakan kronologi Mbah Pani menjalani topo pendem.

Kali pertama ritual dilakukan pada tahun 1991, dan ritual kesembilan dilakukan Mbah Pani pada tahun 2001.

"Beberapa waktu setelah ritual ke-9, beliau sempat sakit stroke. Jadi ritual penutup baru bisa dilaksanakan hari ini," ujarnya, pada Senin (16/9/2019).

Baca Juga: Ajaib, Pengusaha Ini Dikubur Hidup-hidup oleh Gangster, Tapi Selamat Gara-gara Gadget Ini

Selain menggunakan kain mori, perlengkapan penguburan jenazah juga disiapkan.

Hanya saja, tidak dilakukan adzan sebelum maupun sesudah penguburan.

"Tapi tidak diazani. Karena menurut pesan dari Pak Pani, kalau azan itu ritual pelaksanaan orang meninggal dunia," imbuhnya. (*)