Find Us On Social Media :

Tikiri, Gajah 70 Tahun Akhirnya Mati Setelah Menjadi Budak dan Dipaksa Bekerja Siang Malam

By Novia, Kamis, 26 September 2019 | 12:10 WIB

Tikiri, Gajah 70 Tahun Akhirnya Mati Setelah Menjadi Budak dan Dipaksa Bekerja Siang Malam

Laporan Wartawan Grid.ID, Novia Tri Astuti

Grid.ID - Tikiri adalah seekor gajah yang sering dipaksa untuk mengikuti parade.

Kisah dari gajah ini akan selalu membuat geram kelompok pejuang hak asasi hewan di seluruh dunia.

Tubuh gajah yang telah berusia 70 tahun itu selalu disembunyikan di balik kostum warna-warninya untuk menutupi kondisi badannya yang sesungguhnya.

Baca Juga: Meski Sudah Berusia 70 Tahun, Gajah Tikiiri Dipaksa Bekerja dan Diarak Siang Malam hingga Sekarat dengan Tubuh Kurus Kering Kerontang

Ya, beberapa bulan yang lalu terungkap, di balik kostum yang dipakainya, Tikiri ternyata memiliki tubuh yang kurus dan tampak sudah sangat tua.

Bahkan ditemukan beberapa foto yang menunjukkan kondisi Tikiri yang semakin memburuk usai kegiatan Esala Perahera di acara tahunan.

Festival Budha Esala Perahera itu diselenggarakan di Kandy, Sri Lanka.

Baca Juga: Dipaksa Berjalan Berjam-jam untuk Sebuah Festival, Gajah Ini Sampai Kurus Hingga Badan Tinggal Kulit dan Tulang

Tikiri adalah salah satu dari 60an gajah yang dipaksa berbaris selama berhari-hari untuk memberkati turis dan penduduk lokal.

Setelah festival tersebut, Tikiri kemudian dikembalikan ke Rambukkana, sebuah desa dekat Panti Asuhan Gajah Pinnawala.

Namun, usai festival itu berakhir, tampaknya Tikiri kelelahan dan membuat kondisinya memburuk.

Baca Juga: Sudah 10 Tahun Menikah dan Punya 7 Anak, Tukang Sayur Ini Mengaku Bosan dengan Istrinya

Melansir dari Metro, Kamis (26/9/2019), Tikiri dikabarkan telah mati.

Dokter hewan telah datang untuk menyelidiki dan melakukan autopsi.

"Tikiri adalah gajah malang yang menghabiskan hidupnya untuk menjadi budak," terang salah seorang yang menyaksikan kematian Tikiri.

Baca Juga: Bukan Orang Sembarangan, Livia Ellen yang Mendadak Viral Usai Demo di Gedung DPR RI Ternyata Mahasiswa Berprestasi dan Sering Wara-wiri di TV

Lek Chailert, pendiri Save Elephant Foundation di Thailand Utara, berbagi foto Tikiri setelah dia dikirim kembali ke pemiliknya.

Lek Chaiert juga menyampaikan seharusnya gajah itu diperlakukan dengan baik.

Baca Juga: Tak Rela Anaknya Ikut Aksi Demo Tolak RKUHP, Ibu-ibu Pekerja di Kompleks DPR Panggil sang Putra Pakai Pengeras Suara: Kalau Kalian Dengar, Tolong Pulang!

"Dia sakit, tua dan lemah. Kenapa masih mengikat kedua kakinya di depan dan belakang? “Tentunya dia layak mendapatkan yang lebih baik," ungkap Lek dikutip dari World of Buzz.

"Apakah tidak ada timbal balik secara emosional untuk Tikiri Setelah menyita waktunya seumur hidup," tambahnya.

Sacred Tooth Relic, salah seorang juru bicara mengatakan bahwa Tikiri menderita penyakit pencernaan.

Baca Juga: Miris! Wanita Ini Terpaksa Kehilangan Bayinya Lantaran Dokter Salah Lakukan Aborsi

Kondisi tersebut diperparah dengan adanya dugaan bahwa hal itu sengaja dilakukan agar Tikiri tidak mengalami kenaikan berat badan.

(*)