Find Us On Social Media :

Viral Seorang Gadis Remaja Diikat Serta Dipukuli oleh Kepala Desa dan Warganya karena Dituduh Mencuri Cincin

By Novia, Selasa, 29 Oktober 2019 | 15:42 WIB

Viral Seorang Gadis Remaja Diikat Serta Dipukuli oleh Kepala Desa dan Warganya Karena Dituduh Mencuri Cincin

Laporan Wartawan Grid.ID, Novia Tri Astuti

Grid.ID - Nasib nahas menimpa seorang gadis bernama Noviana Baru (16).

Gadis asal Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi korban penganiayaan.

Noviana disiksa dengan cara diikat dan dipukuli karena dituduh melakukan pencurian.

Baca Juga: Curi Uang Perusahaan di Amerika Serikat Sebesar Rp31,5 Miliar, Hacker Asal Sleman Ini Ditangkap

Melansir dari Bangkapos pada Selasa (29/10/2019), aksi main hakim sendiri itu dilakukan oleh warga dan pejabat desa setempat.

Noviana disiksa karena diduga mencuri cincin salah satu warga.

Aksi keji yang menimpa gadis malang ini akhirnya viral di Facebook lantaran diunggah oleh akun bernama Phutra Mountain.

Baca Juga: Motornya Hilang, Sang Pemilik Justru Mendapatkan Surat dari Si Pencuri, Isinya Malah Bikin Ngakak!

Dalam video tersebut Noviana terlihat duduk di kursi plastik.

Dia dipukul dan digantung pada regel rumah di Dusun Beitahu.

Noviana nyaris tewas akibat dipukul dan dianiaya warga setempat dan kepala desa yang ada di sana.

Baca Juga: Sukses Tirukan Gaya Kaki Presiden, Inul Daratista Curi Perhatian!

Dalam kondisinya yang nyaris tewas, seorang pemuda bertubuh kekar dan tinggi justru menghujam pukulan ke wajah korban berkali-kali.

Padahal saat itu Noviana tengah berada dalam kondisi tak berdaya karena posisinya yang terikat.

Aksi penganiayaan itu ternyata juga disaksikan secara langsung oleh keluarga Noviana.

Baca Juga: Pria ini Overdosis dan Harus Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Minum Teh 'Racikan Sendiri'

Tak terima Noviana diperlakukan secara tidak manusiawi, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke polsek Kobalima, Kabupaten Malaka.

Sementara itu melansir dari Kompas, laporan penganiayaan tersebut telah dibenarkan oleh Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Sepuh Ade Irsyam Siregar.

Menurut Ade, kasus itu telah dilaporkan ke Polsek Kobalima, pada Jumat lalu.

Baca Juga: Motif Pembunuhan PNS di Palembang yang Jenazahnya Dicor Akhirnya Terungkap, Pelaku Sampai Rela Bayar Mahal Penggali Kubur

"Masih sementara kita proses kasusnya. Nanti perkembangan kita akan rilis," ujar Ade.

Sementara itu, Kapolsek Kobalima AKP Marthen Pelokila mengaku telah menindaklanjuti kasus ini.

"Saat ini kami sedang memeriksa saksi," kata Marthen Pelokila selaku AKP Kapolsek Kobalima. (*)