Find Us On Social Media :

Miliki Museum Nyeleneh, Pria di Tulung Agung ini Kumpulkan Tali Pocong Hingga Keranda Sial

By Fabia Nurmauli Rosales, Rabu, 18 Desember 2019 | 11:14 WIB

Pria asal Tulungagung, Sutarji miliki museum benda orang meninggal.

Laporan Wartawan Grid.ID, Fabia Nurmauli Rosales

Grid.ID - Seorang pria asal Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung memiliki museum unik yang didalamnya disimpan benda-benda peninggalan orang mati.

Sutarji pria berumur 62 tahun itu, mengaku menyimpan tali kafan mayat, helm bekas korban tabrakan, jaket orang meninggal kecelakaan lalu lintas.

Dilansir dari TribunJatim.com pada Selasa (17/12/2019), pria tersebut mengaku bahwa dirinya saat muda sangat nakal.

Baca Juga: Unggah Foto Transformasi dari Bayi hingga Dewasa, Ashanty Bongkar Cerita Kelam Saat Remaja, Sering di Bully Karena Doyan Makan

Ia melakukan balap liar yang dilakukannya di berbagai kota.

Sebuah motor Yamaha RX, menjadi saksi masa mudanya itu tergantung di sudut museumnya.

"Sudah banyak yang nawar, tapi berapa pun mau dibeli tidak akan saya jual," ujarnya yang dikutip dari TribunJatim.com.

Baca Juga: Dituding Jadi Pemicu Keretakan Rumah Tangga Ahok dan Veronica Tan, Puput Nastiti Devi Ternyata Harus Relakan 3 Hal untuk Bersanding dengan Mantan Gubernur DKI Jakarta

Karena aksi balap liarnya itu, Sutarji sempat mengalami enam kecelakaan yang menyebabkan tulangnya patah.

Bahkan kini kakinya masih terpincang karena tulangnya patah saat masih aktif balap liar.

Awalnya sutarji memiliki watak yang keras, dan seiring berjalananya waktu ia merubah sosok dirinya menjadi lemah lembut.

Baca Juga: Ditinggal Betrand Peto Cuma Beberapa Menit, Reaksi Thalia Putri Onsu Bikin Ruben Onsu Keheranan!

Melansir dari SuryaMalang.com pada Selasa (17/12/2019),keinginanya mengoleksi benda-benda nyeleneh itu bermula saat Sutarji yang ingin untuk bertemu hantu atau roh jahat.

"Kok orang-orang itu sering cerita ditemui hantu, tapi saya kok tidak. Jangan-jangan cuma khayalan saja," ujarnya yang dikutip dari SuryaMalang.com

Pria berumur 62 tahun itu sudah melakukan cara agar dapat melihat hantu.

Baca Juga: Natasha Rizky Akui Ditentang Keluarga Saat Akan Menikah dengan Desta di Usia 19 Tahun

Awalnya ia hanya mengambil cungkup makam, bangunan kecil diatas makam untuk melindungi dari hujan dan panas.

"Pikir saya kalau cungkupnya dibawa pulang hantunya akan datang. Ternyata tidak datang juga," ucapnya

Kesembilan cungkup yang diambilnya itu kini menjadi bagian dari koleksi museumnya.

Baca Juga: Maternity Shoot Anak Pertama, Paula Verhoeven Tampil Cantik Pangling dalam Balutan Dress Bertabur Bunga

Keinginannya untuk melihat hantu semakin menjadi-jadi, yang akhirnya membuat ia mengambil keranda mayat yang dibuang karena dianggap sial.

Keranda yang diambilnya tersebut dianggap sial lantaran ada 43 orang meninggal selama 47 hari.

Dengan keranda tersebut ia melakukan aksi nyelenehnya, dengan tidur dan dibawa ke kuburan.

Baca Juga: Tak Terima Sering Dituduh Pamer, Hotman Paris Ungkap Alasannya Selalu Pakai Berlian Super Besar, Singgung Soal Ilmu Hingga Tabiat Matre Para Bule

Namun aksinya tersebut juga tidak membuat dirinya bertemu dengan hantu.

Hingga akhirnya sekarang ia mengumpulkan benda-benda setiap ada orang yang kecelakaan.

Sutarji juga nekat mengambil batu punden Desa Aryo Jeding yang dianggap sangat angker dan membuat kekhawatiran warga.

Baca Juga: Tak Terima Sering Dituduh Pamer, Hotman Paris Ungkap Alasannya Selalu Pakai Berlian Super Besar, Singgung Soal Ilmu Hingga Tabiat Matre Para Bule

Saat itu Sutarji telah diingatkan oleh warga, bahwa batu tersebut dapat mengancam nyawanya.

Namun Sutarji yakin bahwa hanya Allah yang dapat menentukan kematian manusia.

Ia juga mengoleksi tali pocong yang dikumpulkannya saat membantu pemakaman di desanya.

"Setelah di dalam liang lahat, tali pocong kan harus dilepas. Kemudian saya bawa pulang. Jadi bukan makamnya saya gali dan saya curi talinya," ujarnya sambil bergurau yang dikutip dari SuryaMalang.com

Ia juga mengaku bahwa dirinya hafal siapa pemilik tali pocong tersebut satu per satu.

(*)