Find Us On Social Media :

Dikabarkan Acaranya Palsu dan Tidak Semua Peserta Bisa Memasak, Arnold Purnomo : Iya Sih Settingan, Tapi...

By Maria Novika Diah Siswari, Selasa, 21 Januari 2020 | 09:03 WIB

Chef Arnold Poernomo

Laporan Wartawan Grid.ID, Maria Novika Diah Siswari

Grid.ID - Acara MasterChef Indonesia sedang ramai diperbincangkan netizen.

Acara televisi pencarian bakat memasak ini tengah tayang dimulai dari 21 Desember 2019 lalu.

Pada musim keenam ini, ada 3 chef ternama yang menjadi juri dalam acara tersebut.

Ketiganya yaitu Chef Juna Rorimpandey, Chef Arnold Poernomo, dan Chef Renatta Moeloek.

Baca Juga: Selfie Berujung Maut, 30 Orang Jatuh ke Sungai Hingga Renggut Korban Jiwa Usai Jembatan Gantung di Bengkulu Putus Tak Kuat Menahan Beban

Dengan persaingan yang ketat, peserta yang berjumlah 28 ini berlomba untuk menjadi juara.

Terkait sengitnya persaingan di antara mereka, netizen menganggap bahwa acara tersebut adalah palsu.

Mereka menganggap bahwa acara ini tidak benar-benar kompetisi memasak namun hanyalah sebuah acara yang sudah direncanakan sebelumnya.

Anggapan tersebut akhirnya sampai di telinga Boy William dan menanyakannya langsung pada Chef Arnold pada suatu kesempatan.

Baca Juga: Ditemukan Tewas Meringkuk di Tumpukan Batu, Tubuh Kurus Ambo Tang Terpaksa Digotong Pakai Sarung Naik Turun Perbukitan, Pihak Desa Diduga Ogah Pinjamkan Ambulans

Obrolan mereka terekam dalam video Youtube milik Boy William yang diunggah pada Senin (20/1/2020).

"Beneran gak sih itu acara?" Tanya Boy.

"Iya beneran," jawab Chef Arnold.

"Tau gak apa yang gue denger bro? Katanya masak-masaknya giliran pas kameranya lagi nyala. Kalau lagi off ada kru yang bantu masakkin biar cepet gitu," lanjut Boy.

"Oh, gak ada itu. Krunya juga gak bisa masak lah," Jawab Chef restoran Mangkok Ku itu lagi.

Baca Juga: Popcorn Hingga Soft Drink, 10 Makanan yang Biasa Kita Konsumsi ini Ternyata Bisa Memicu Kanker Otak

Namun ia mengakui jika acara tersebut telah di-setting.

"Kalo settingan, iya," ujar bapak satu anak ini.

Namun yang dimaksud disetting di sini berbeda dengan anggapan orang-orang.

"Di-setting maksudnya gini, kan kita masuk ke set, galeri. Ada lighting, ada kompor, ada kameramen, nge-set sound itu di-setting," tuturnya.

"Tapi sisanya kayak cooking atau everything gitu, semuanya real," lanjutnya.

(*)