Find Us On Social Media :

Lawan Kawanan Perampok Seorang Diri, Pedagang Sembako Ini Sekuat Tenaga Bertahan Meski Jari Tangan Hampir Putus: Saya Cuma Ingat Anak!

By Arif Budhi Suryanto, Sabtu, 15 Februari 2020 | 14:02 WIB

Hadi yang kini badannya dipenuhi plester itu tak melihat pasti siapa para pelaku, pasalnya mereka semua menggunakan helm saat beraksi

Baca Juga: Modus Perampokan Baru! Janjian Bercinta di Hotel, Pria Asal Karawang Ini Justru Dipukuli dan Dibakar Hidup-hidup

Ia justru menyangka mereka adalah pelanggan hingga saat mereka mulai main hantam.

"Jadi dia datang, saya naik, tanpa basa-basi main hantam saja tanpa ngomong. Saya tahunya saya langsung diserang. Pikiran sudah enggak ingat apa-apa melawannya gimana," kata Hadi.

Hadi yang kini badannya dipenuhi plester itu tak melihat pasti siapa para pelaku, pasalnya mereka semua menggunakan helm saat beraksi.

"Mereka semua pakai helm. Dua yang nyerang saya. Motornya dua atau tiga, saya enggak ingat. Pokoknya, salah satu pakai topeng seperti tengkorak," pungkas dia.

Baca Juga: Berhasil Bobol Brankas Uang Rp2,3 Miliar, Perampok Ini Hanya Ambil Uangnya Rp538 Juta, Rupanya Pencuri Ini Punya Alasan Bijak Tak Mengambil Semuanya

Ilmu Kebal

Sementara itu, Polda DIY berhasil meringkus dua orang tersangka berinisial SY dan AN di Nanggulan, Kulon Progo, yang videonya saat mempraktekkan ilmu kebal viral di media sosial.

Kabid Humas Polda DIY, Kombes Pol Yulianto mengatakan, pelaku yang juga merupakan residivis kasus penganiayaan, perusakan dan perampokan itu sebenarnya tidak benar-benar memiliki ilmu kebal.

"Kedua tersangka atas nama inisial SY dan AN selain melakukan tindak pidana merampas kemerdekaan orang. SY juga terlibat dalam peristiwa di Kulon Progo tepatnya di Nanggulan, pada tanggal 1 Februari 2020," ucap Yulianto seperti yang dilansir Grid.ID dari TribunJogja.com.

Baca Juga: Langganan Bercumbu di dalam Mobil Dekat Hutan, Sepasang Kekasih Ini Malah Disatroni Perampok hingga Dibegal, Ditembak, Lalu Dikubur Hidup-hidup

Sementara itu, Direktur Direktorat Reserse Kriminal umum, Polda DIY, Kombes Pol Burkan Rudi menjelaskan kedua tersangka menyekap korban yang dianggap mengganggu kenyamanan tersangka.

"Korban mengalami luka-luka dan yang melaporkan adalah pihak keluarga. Awalnya video viral terlebih dahulu di TKP daerah Minggir, yang mengambil video adalah SY ikut juga menyekap tetapi yang dominan melakukan penganiayaan adalah AN," jelasnya.

(*)