Find Us On Social Media :

Diseret dan Dimasukan Bagasi Mobil! Siswa SMK Menjadi Korban Pengeroyokan 4 Orang yang Mengaku Sebagai Anggota Polisi

By Hananda Praditasari, Selasa, 25 Februari 2020 | 14:59 WIB

Ilustrasi pengeroyokan.

Laporan Wartawan Grid.ID, Hananda Praditasari

Grid.ID - AM (16), siswa SMK 2 Sungguminasa adalah korban dari pengeroyokan oleh empat orang pelaku yang mengaku sebagai anggota polisi.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat(21/2/2020), saat AM tengah mengikui mata pelajaran di dalam kelas.

Empat orang pelaku berpenampilan preman ini masuk ke dalam ruang kelas tanpa izin dari pihak sekolah dan langsung mengeroyok AM.

Baca Juga: Terbuai Lihat Pesona Tiara Indonesian Idol, Dul Jaelani Minta Disahkan, Maia Estianty Beri Jawaban Menohok: Tanya Orang Tuanya Lah!

Kemudian AM diseret keluar sekolah dan dimasukan ke dalam bagasi mobil pelaku lalu dibawa pergi.

Guru yang melihat kejadian tersebut, tidak bisa berbuat apa-apa, lantaran mendapat ancaman dari para pelaku.

"Guru yang mengajar saat itu tak mampu berbuat banyak karena pelaku ini mengancam guru dan rekan rekan korban," ujar Kepala SMK Negeri 2 Sungguminasa Nurhadi  seperti yang dilansir dari tribunwow.com.

Baca Juga: Bak Pasangan ABG, Jennifer Jill Sindir Ajun Perwira di Medsos: Gue Cuma Mau Cari yang Naksir Sama Gue!

Saat berada di perjalanan, pelaku juga mengancam AM akan membawanya ke kantor polisi, jika tidak mau memberi tahu orang yang memukul rekan mereka.

AM yang tidak tau menau soal kejadian itu, sempat dibuat bingung dan tidak mengerti apa maksud dari empat orang pelaku itu.

Pelaku yang sadar salah sasaran, akhirnya meninggalkan AM di sekitar RSUD Syeh Yusuf.

Am tidak tinggal diam, ia langsung melaporkan kepada pihak yang berwajib atas kejadian yang tengah menimpanya saat itu.

Baca Juga: Kesal Digosipkan Gay hingga Hamili Anak Orang, Vidi Aldiano Akhirnya Buka Suara!

Dikutip dari kompas.com, polisi telah menangkap dua pelaku yang diduga sebagai dalang dari pengeroyokan di sekolah.

Hasil dari pemerikasaan polisi, Sabtu (22/2/2020). Pelaku mengaku kepada polisi bahwa perbuatan mereka lantaran ingin balas dendam. Namun mereka salah sasaran.

(*)