Find Us On Social Media :

Curhat Sambil Berlinang Air Mata Sebelum Meninggal Dunia, Yuli Sempat Beberkan Kisah Miris Keluarganya, Dua Hari Hanya Minum Air Galon Isi Ulang untuk Mengganjal Perut Lapar

By Widy Hastuti Chasanah, Rabu, 22 April 2020 | 15:15 WIB

Yuli curhat kisah miris keluarganya yang hanya minum air galon isi ulang untuk mengganjal perut lapar.

Laporan Wartawan Grid.ID, Widy Hastuti Chasanah

Grid.ID – Baru-baru ini, jagat maya tengah dihebohkankan oleh kabar seorang warga bernama Yuli yang terpaksa meminum air galon selama dua hari lantaran tak bisa membeli makanan.

Curhatan ibu rumah tangga tersebut lantas viral usai diunggah beberapa akun salah satunya akun Facebook Yuni Rusmini pada Senin (20/04/2020).

Dalam unggahan tersebut, Yuli diketahui merupakan warga kelurahan Lontar Baru, Kecamatan Serang, Kota Serang, Provinsi Banten.

Menurut pengakuannya, sang suami bekerja sehari-hari sebagai buruh serabutan.

Baca Juga: Dikabarkan Mantap Nikahi Aurel Hermansyah, Atta Halilintar Sudah Menarget Keturunan: Pengin Banget Anak Kembar!

Namun karena pandemi corona yang sedang mewabah di Indonesia ini, ia mulai kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Oleh karena itu, Yuli bersama 4 anak dan suaminya terpaksa mengganjal perut lapar mereka dengan air galon isi ulang.

Dilansir dari Kompas.com, Yuli juga menceritakan bahwa keempat anaknya harus turut menahan lapar, bahkan anaknya yang paling kecil sampai jatuh sakit.

"Anak empat, ini yang paling kecil. ini juga sampai sakit. Abah juga nyuruh, sabar ya," tutur Yuli.

Baca Juga: Mundur dari Stafsus Milenial Presiden, Belva Devara Utarakan Penjelasannya yang Dinilai Selamatkan Presiden Jokowi dari Asumsi Publik!

Yuli pun lantas menceritakan bahwa ia belum menerima bantuan dari pemerintah meskipun ia sudah mengajukannya.

"Belum ada saya udah ngajuin," ujar Yuli.

Usai curhatan pilunya tersebar di media sosial, bantuan pun berdatangan ke keluarga Yuli.

Bahkan pemerintah Kota Serang juga dikabarkan telah memberikan bantuan untuk Yuli.

Namun, Yuli kemudian dikabarkan meninggal pada senin (20/04/2020).

Baca Juga: Mundur dari Stafsus Milenial Presiden, Belva Devara Utarakan Penjelasannya yang Dinilai Selamatkan Presiden Jokowi dari Asumsi Publik!

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika kota Serang, Hari Pamungkas turut mengucapkan belasungkawa terhadap Yuli.

Menurut informasi, Yuli tiba-tiba tak sadarkan diri dan dibawa ke puskesmas.

Namun, saat dalam perjalanan ke Puskesmas Sindangdaru, nyawanya tak tertolong.

Meski begitu, pihak rumah sakit belum bisa menyimpulkan penyebab meninggalnya Yuli.

"Dokter nggak berani menyimpulkan sakit apa, karena almarhumah meninggal dalam perjalanan dan di luar sepengetahuan dokter," ujar Hari Pamungkas.

(*)