Find Us On Social Media :

Mulai Jenuh dan Stres, Pasien Positif Covid-19 Teriak-teriak Minta Pulang dari dalam Ruang Isolasi, Rumah Sakit Menolak dan Kunci Pintu Agar Tak Pada Kabur!

By Arif Budhi Suryanto, Minggu, 24 Mei 2020 | 14:25 WIB

Mulai Jenuh dan Stres, Pasien Positif Covid-19 Teriak-teriak Minta Pulang dari dalam Ruang Isolasi, Rumah Sakit Menolak dan Kunci Pintu Agar Tak Pada Kabur!

Laporan Wartawan Grid.ID, Arif Budhi Suryanto

Grid.ID - Beberapa pasien positif corona alias Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Martodirjo (Smart) Pamekasan sudah mulai jenuh dan stres.

Dalam ruang isolasi, mereka bahkan berteriak minta dipulangkan agar bisa merayakan lebaran di rumah.

Namun, permintaan para pasien positif Covid-19 itu langsung ditolak karena pihak rumah sakit tidak mau mengambil risiko.

Baca Juga: Sudah Ngaku Tifus hingga Sewa Mobil Ambulans, Ibu dan Anak Ini Gagal Mudik ke Jember Gegara Terlanjur Ketahuan Polisi

Meskipun, sudah banyak keluarga pasien yang datang untuk memohon.

"Kami tolak permintaan pulang dari pasien atau keluarga pasien Covid-19," terang Ketua Penanganan Covid-19 RSUD Smart Pamekasan Syaiful Hidayat.

Dikatakan Saiful lebih lanjut, banyak keluarga pasien yang mengancam dokter dan perawat karena merasa tak terima permintaannya ditolak.

Baca Juga: Pamit Pergi ke Rumah Tetangga, Seorang Pria di Palembang Justru Tak Kunjung Kembali hingga Larut Malam, Istrinya pun Panik Saat Dengar Suara Perempuan di Telpon sang Suami

Namun, seperti yang dilansir dari Kompas.com, pihak rumah sakit tetap dengan pendiriannya untuk tak mengijinkan para pasien pulang.

Hal tersebut untuk menghindari meluasnya penularan virus Covid-19 ke keluarga dan tetangga pasien.

Pihak RSUD Smart Pamekasan bahkan sampai mengunci pintu untuk menghindari para pasien kabur.

Baca Juga: Selalu Dihina Miskin Usai Kena PHK Gegara Pandemi Corona, Pemuda di Lampung Dongkol dan Nekat Bunuh Nenek Mertuanya Sendiri Agar Bungkam

"Saya menghimbau kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan agar tidak terinfeksi Covid-19. Kalau sudah positif, maka berat konsekuensinya," katanya.

Ibu Muda

Sebagai tambahan informasi, terjadi penambahan kasus positif Covid-19 di Madura.

Sehingga hingga Sabtu (23/05/2020) malam, jumlah pasien positif Covid-19 di Madura sudah ada sebanyak 30 orang.

Baca Juga: Berawal dari Kenalan di Facebook, ABG 16 Tahun Diancam untuk Puaskan Nafsu Bejat Pemuda Solo Jika Tak Mau Foto dan Videonya Bugil Tersebar

Kasus terakhir adalah seorang ibu muda berinisial N (26), warga Desa Jaddih, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan.

"Hari ini hasil Swab/PCR ketiga keluar, dinyatakan positif," ungkap Juru Bicara Humas Gugus Tugas Covid-19 Bangkalan, Agus Zain, seperti yang dikutip dari Tribun Madura.

(*)