Find Us On Social Media :

Tak Punya Smartphone hingga Terpaksa Utang untuk Beli Paket Internet, Siswi SD di Madura Curhat ke Nadiem Makarim soal Kebijakan Belajar di Rumah: Meski Saya Dilahirkan dari Keluarga Kurang Mampu, Saya Ingin Lulus dengan Baik

By Novia, Jumat, 29 Mei 2020 | 18:00 WIB

Siswi SDN Pademawu Barat 1 Pamekasan, Madura kelas V B, Alfiatus Sholehah meraih juara III lomba menulis surat untuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan bertema 'Hikmah Hari Kemenangan di Masa Pandemi, Surat untuk Mas Menteri Nadiem Makarim'.

Laporan Wartawan Grid.ID, Arif Budhi Suryanto

Grid.ID - Semenjak adanya pandemi corona atau Covid-19, kegiatan belajar mengajar sementara waktu dilakukan secara mandiri.

Siswa-siswi serta guru diharapkan dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk melakukan kegiatan belajar mengajar secara virtual.

Namun, pada kenyataannya banyak siswa-siswi yang masih kesulitan menerapkan metode pembelajaran ini.

Baca Juga: Pandemi Covid-19 Bukan Halangan, Nadiem Makarim Ingin Masyarakat Tetap Merdeka dalam Belajar: Pendidikan itu Bisa dalam Format yang Sangat Variatif!

Salah satunya adalah Alfiatus Sholehah, siswi SDN Pademawu Barat 1 Pamekasan, Madura.

Melalui surat elektronik yang ia kirim lewat WhatsApp, Alfiatus curhat kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim.

"Assalamualaikum Wr.Wb. Bapak Menteri yang terhormat, sebelumnya saya minta maaf dan berterima kasih, karena saya bisa menulis surat kepada bapak Menteri melalui lomba ini,"

"Nama saya Alfiatus Sholehah, siswi kelas V B SDN Pademawu Barat 1, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan," tulisnya seperti yang dikutip dari Suryamalang.com.

Baca Juga: Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Sebut Covid-19 Membawa Banyak Hal Positif, Nadiem Makarim Prediksi Masyarakat Akan Lebih Menghargai Berbagai Perubahan yang Terjadi!

Alfiatus kemudian bercerita, selama belajar di rumah ini, dia menjadi punya banyak waktu untuk membatu pekerjaan ibunya sebagai buruh tani.

Meski begitu, dirinya tak jarang merasa terbebani karena tidak memiliki smartphone sebagai sarana belajar.