Find Us On Social Media :

Penelitian Baru Ungkap Menjaga Jarak 1 Meter Tetap Bisa Tingkatkan Penularan Covid-19 hingga 4 Kali Lipat, Ternyata Segini Jarak yang Aman!

By Devi Agustiana, Selasa, 2 Juni 2020 | 13:35 WIB

Penelitian Baru Ungkap Menjaga Jarak 1 Meter Tetap Bisa Tingkatkan Penularan Covid-19 hingga 4 Kali Lipat, Ternyata Segini Jarak yang Aman!

Laporan Wartawan Grid.ID, Devi Agustiana

Grid.ID – Memangkas jarak sosial atau biasa kita sebut physical distancing menjadi jarak 1 meter dapat meningkatkan kemungkinan penularan virus corona hingga lebih dari empat kali lipat.

Hasil penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis The Lancet, tentang jarak sosial dalam kaitannya dengan studi yang sudah ada sebelumnya yang melibatkan 7.782 peserta, serta menyoroti konsekuensi potensial dari setiap perubahan.

Dilansir Grid.ID dari Mirror.co.uk, analisis juga memperhitungkan Sars dan Mers, dan mencapai kesimpulannya dengan "kepastian sedang".

Baca Juga: Bukan Budaya Asli Pribumi, Ini Asal Muasal Tradisi Membagikan Uang saat Lebaran yang Sudah Mendarah Daging di Indonesia

Para penulis menyimpulkan bahwa menjaga jarak lebih dari 1 meter berarti kemungkinan infeksi turun menjadi 3 persen, tetapi meningkat lebih dari empat kali lipat menjadi jika jaraknya dipotong menjadi dalam 1 meter saja.

Prof. Holger Schünemann, dari McMaster University di Kanada yang juga ikut memimpin penelitian mengatakan, "kami punya saran di sini bahwa 2 meter mungkin lebih efektif daripada jarak 1 meter."

"Dan itu artinya jika seseorang menerapkan kebijakan, khususnya jika 2 meter sudah ada, 2 meter mungkin merupakan kebijakan yang tepat untuk dilakukan."

Baca Juga: Indonesia Bersiap New Normal Life, Kementerian Kesehatan Terbitkan Protokol Pencegahan Covid-19 di Tempat Kerja: Penyemprotan Disinfektan Setiap 4 Jam Sekali

 

Linda Bauld, Profesor Kesehatan Masyarakat di Universitas Edinburgh, juga setuju tentang jarak fisik ini.

Walaupun tidak terlibat dalam penelitian ini, dia mengatakan bahwa meskipun ada penjelasan pedoman Inggris untuk mengubah jaraknya, sarannya tetap berada pada minimal 2 meter.

"Ini akan menjadi sangat sulit di beberapa pengaturan, tetapi penting dan kita semua harus terbiasa mempertahankan jarak ini untuk beberapa bulan mendatang," jelasnya.

Baca Juga: Bikin Haru! Ragam Cerita Lebaran di Tengah Pandemi Corona, Mulai dari Pengemudi Ojol hingga Perawat Covid-19: Nggak Mudik, Daripada Nanti Membahayakan Orang Tua..

Namun, rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) masih menyarankan satu meter sudah cukup, pedoman yang telah digunakan di seluruh Prancis dan Italia.

Sementara itu, Jerman dan Australia menerapkan 1,5 meter, lebih rendah dari Inggris.

Pada bulan Mei, Yvonne Doyle, direktur medis Public Health England mengatakan, bahwa ia dan rekannya sedang mencari tahu apakah 2 meter benar-benar diperlukan.

Baca Juga: Prank Mengaku Positif Corona, Wanita Ini Berpura-pura Kejang, Polisi: Kasihan Petugas Medisc

(*)