Find Us On Social Media :

Percepat Proses Penyelidikan, Amerika Serikat dan Singapura Tawarkan Bantuan untuk Investigasi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

By Nisrina Khoirunnisa, Senin, 11 Januari 2021 | 10:30 WIB

Turbin Sriwijaya Air SJ-182 tiba di Dermaga JICT II, Tanjung Priok, Minggu (10/1/2021).

Laporan Wartawan Grid.ID, Nisrina Khoirunnisa

Grid.ID - Evakuasi kecelakaan yang menimpa pesawat Sriwijaya Air SJ 182 masih terus dilakukan oleh Basarnas dibantu TNI serta Polri.

Dikutip dari Kompas.com, pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak pada Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40 WIB.

Sebelumnya, pesawat tersebut take off dari bandara pukul 14.36 WIB setelah mengalami delay selama 30 menit.

Sriwijaya Air SJ-182 hendak melakukan penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Soepadio, Pontianak, Kalimantan Barat.

Baca Juga: Turut Berbelasungkawa dengan Tragedi Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Dewi Sandra Kirim Doa untuk Korban dan Keluarga yang Ditinggalkan : Semoga Para Keluarga dan Kami Dikuatkan Hatinya

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, pada pukul 14.37, pesawat tersebut masih berada pada ketinggian 1.700 kaki dan diizinkan naik ke ketinggian 29.000 kaki.

Namun, pukul 14.40 pesawat tersebut terbang ke arah yang tidak seharusnya dan hilang dari radar.

Kecelakaan tersebut terjadi di perairan Kepulauan Seribu.

Operasi pencarian korban yang masih terus dilakukan membuat beberapa negara menawarkan bantuan untuk terjun dalam proses tersebut.

Baca Juga: Turut Berikan Ucapan Duka pada Tragedi Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, Ardi Bakrie: Kita Tidak Pernah Tahu

Dilansir dari Tribunnews.com, Ketua Sub Komite IK penerbangan KNKT, Capt. Nurcahyo Utomo mengungkapkan bantuan tersebut ditawarkan oleh Singapura dan Amerika Serikat.