Find Us On Social Media :

Tiga Anaknya Mengompol Lagi Secara Bergantian, Zaskia Adya Mecca: Padahal Entah Kapan Pada Terakhir Ngompol, Ketahui Penyebab Anak Kembali Mengompol dan Cara Mengatasinya!

By Ragillita Desyaningrum, Rabu, 31 Maret 2021 | 15:08 WIB

Sudah lama tidak mengompol, ketiga anak Zaskia Adya Mecca, yaitu Kala, Kaba, dan Bhre dikabarkan kembali mengompol. Apa penyebabnya?

Laporan Wartawan Grid.ID, Ragillita Desyaningrum

Grid.ID Zaskia Adya Mecca selalu punya cerita tentang kelima anaknya, Sybil, Kala, Kaba, Bhre, dan Kama.

Baru-baru ini, istri dari sutradara Hanung Bramantyo ini mengabarkan bahwa tiga anaknya yaitu Kala, Kaba dan Bhre, kembali mengompol.

Padahal, sudah lama sekali sejak ketiganya mengompol, mengingat usia anaknya yang sudah bukan bayi lagi.

Diketahui bahwa Kala telah berumur 7 tahun, Kaba 6 tahun, serta Bhre yang berusia 3 tahun.

Baca Juga: Tak Cemas Dapat Nyinyiran soal Parasnya yang Semakin Tua dan Penuh Kerutan, Zaskia Adya Mecca Pilih Legawa saat Jalani Hidupnya Ketimbang Makan Hati Dengar Ocehan Orang

“Dalam seminggu mendadak pada ngompo. Kaba 3 hari lalu, Bhre kemarin, mala mini Kala. Padahal entah kapan pada terakhir ngompol” tulis Zaskia yang dikutip dari Instagram Story @zaskiadyamecca pada Selasa (30/3/2021).

Mengompol atau enuresis memang umum terjadi pada anak-anak.

Menurut Dr. Matthew Ruderman, PhD, seorang psikolog knilis di Pusat Pengembangan Anak dan Keluarga di Saint John yang dikutip dari Kompas.com, ada dua jenis enuresis yaitu enuresis primer dan sekunder.

Baca Juga: Drama Perjuangan Haykal Kamil dan Tantri Namirah untuk Membuat Anak Tidak Ngompol dengan Toilet Training, Simak Tipsnya Berikut Ini

Enuresis primer adalah ketika anak mengompol di malam hari sejak usia muda, sekurangnya dua kali dalam seminggu.

Biasanya hal ini didasari riwayat keluarga, keterlambatan perkembangan, masalah fisiologis, ataupun psikologis.

Sedangkan enuresis sekunder adalah kekambuhan mengompol setelah enam bulan hingga satu tahun lebih mampu mengontrol kandung kemih dan tidak mengompol di malam hari.

Baca Juga: Terharu Nastusha Berhasil Tidur Tanpa Popok dan Gak Ngompol, Chelsea Olivia: Maklum Maminya Dulu Toilet Training Baru Berhasil Pas SMP!

"Ini lebih mungkin terkait dengan tekanan emosional, seperti depresi, kecemasan, gangguan hiperaktif defisit perhatian, trauma, atau pelecehan," kata Ruderman yang dikutip dari Kompas.com.

Selain itu, menurut psikoterapis keluarga sekaligus penulis “The Self-Aware Parent”, Dr. Fran Walfish, tingkat kecemasan anak juga menentukan.

“Banyak anak yang memiliki tingkat kecemasan yang tinggi di siang hari sering kali 'melepaskan' dan bersantai saat tidur, lalu mengompol,” kata Walfish yang dikuti Kompas.com.

Baca Juga: 4 Makanan yang Bisa Atasi Kebiasaan Mengompol Anak, Ibu Wajib Tahu nih

Lalu apa yang harus dilakukan orangtua apabila anak mengompol lagi?

Seperti yang diwartakan Nakita.id, berikut adalah hal yang sebaiknya dilakukan orangtua dalam menghadapi anak yang kembali mengompol.

Jangan salahkan anak atau menekan anak

Meski rasanya agak merepotkan karena harus mengganti selimut, seprei, bahkan sampai menjemur kasur, orangtua jangan sampai memarahi anak karena mengompol.

Memarahi atau menekan anak justru dapat membuat anak stress dan memicunya untuk mengompol lagi.

Sebaliknya, orangtua harusnya menenangkan anak dan memberitahu bahwa bukan hanya mereka yang mengalami hal tersebut.

Baca Juga: Semakin Besar, Tapi Si Kecil Masih Suka Ngompol? Lakukan 5 Cara Ini yuk

Ajak anak bicara

Bicaralah pada anak dengan baik-baik, serta tanyakan perasaan atau masalah apa yang sedang dialaminya.

Orangtua juga sebaiknya mendukung anak supaya tidak malu karena masih mengompol.

Beri hadiah

Untuk mendukung anak supaya tidak mengompol lagi, orangtua boleh menjanjikan hadiah apabila anak berhasil melewati malam tanpa mengompol.

Cara ini diyakini dapat meyakinkan anak dan mendorong mereka untuk mengatasi masalahnya.

Baca Juga: Tidak Sengaja “Ngompol”? Bukan Hal Sepele loh, Bisa Jadi Karena Hal Ini, Begini Penjelasannya

Menjadwalkan pergi ke toilet

Cobalah untuk menjadwalkan anak untuk pergi ke toilet setiap beberapa jam sekali.

Mengajak anak untuk berkemih sebelum tidur dan membangunkannya sekali di tengah malam untuk tidur untuk buang air kecil juga dapat membantu.

Membatasi asupan cairan sebelum tidur

Sebagain orangtua yang memberikan anak susu sebelum tidur dapat memicu anak mengompol di malam hari.

Oleh karena itu, batasi asupan cairan anak sebelum tidur dan alihkan pada waktu lain seperti pagi, siang atau sore hari.

Nah, jika cara-cara di atas tidak kunjung berhasil menghentikan kebiasaan anak mengompol, orangtua sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

 

(*)