Find Us On Social Media :

Vaksinasi Lansia Jadi Semakin Mudah dengan ‘Program Home Care dan Home Delivery’

By Devi Agustiana, Rabu, 21 April 2021 | 15:17 WIB

Menjadi golongan yang paling rentan saat pandemi Covid-19, kini diluncurkan program Home Care dan Home Delivery bagi lansia yang siap vaksinasi. Acara digelar di Rumah Sakit Husada, Mangga Besar, Jakarta Pusat pada Rabu (21/4/2021).

Laporan Wartawan Grid.ID, Devi Agustiana

Grid.ID – Dalam rangka penanganan melawan Covid-19, kini diluncurkan sebuah program yang akan memudahkan kaum lansia.

Komunitas Indonesia Lawan Libas Covid-19 (KILLCOVID19) meluncurkan program Home Care dan Home Delivery vaksinasi lansia.

Adapun Home Care merupakan penjemputan lansia menuju sentra vaksinasi.

Sedangkan Home Delivery adalah penyelenggaraan vaksinasi di lokasi lansia berada.

Dalam acara yang digelar di Rumah Sakit Husada, Mangga Besar, Jakarta Pusat pada Rabu (21/4/2021) itu, Ketua Umum KILLCOVID19, Adharta Ongkosaputra menegaskan bahwa lansia tidak perlu takut untuk divaksin.

Baca Juga: Waspada Disfungsi Imunitas alias Immunosenescence pada Lansia Saat Vaksinasi Covid-19, Ini Faktor Penyebabnya!

KILLCOVID19 akan bertugas memberikan edukasi bahwa vaksin aman.

“Memang KILLCOVID19 ini tugas utamanya edukasi, jadi kita kurang lebih ada 10 ribu orang yang terjun di lapangan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama supaya orang tidak takut divaksin,” jelas Adharta Ongkosaputra.

Menurutnya awal ketakutan ini dari mulut ke mulut, sehingga membuat orang yang hendak menerima vaksin jadi mengurungkan niatnya.

Oleh karena itu, pendekatan layaknya keluarga diperlukan.

“Salah satu cara yang kita pakai adalah melalui keluarga."

"Sebagai contoh, kemarin ada 30 lansia yang mau divaskin pagi ini, mendadak bilang tidak mau."

"Lalu, kita kumpul keluarga pelan-pelan dirayu, akhirnya pagi ini berhasil 30 orang divaksin,” lanjutnya menjelaskan.

Baca Juga: Jika Lansia Alergi Usai Vaksinasi Covid-19, Haruskah Penyuntikan Dosis Kedua Tetap Dilakukan?

Terakhir, Adharta Ongkosaputra menjelaskan bahwa vaksin aman dan akan diberikan untuk orang yang sehat, bukan seperti obat.

“Vaksin beda dengan obat, kalau obat untuk orang sakit, vaksin bukan untuk orang sakit. Vaksin untuk orang sehat, 100 persen harus sehat,” tutup Adharta Ongkosaputra. (*)