Find Us On Social Media :

Seorang Pria di Maros Tewas Dibunuh Lalu Dibakar di Pinggir Jalan, Keluarga Menangis di Samping Peti Jenazah Menuntut Keadilan: Kita Mau Nyawa Balas Nyawa

By Nisrina Khoirunnisa, Rabu, 16 Juni 2021 | 19:12 WIB

Keluarga Rian saat berada di samping peti jenazah korban di halaman Ruang Forensik Dokpol Biddokkes Polda Sulsel, Selasa (15/6/2021)

Laporan Wartawan Grid.ID, Nisrina Khoirunnisa

Grid.ID - Nasib nahas menimpa seorang pria di Maros yang tewas terbakar di Desa Padaelo, Kecamatan Mallawa, Kabupeten Maros, Sulawesi Selatan, Jumat (11/6/2021).

Dilansir dari Tribunnews.com, mayat Rian (21) ditemukan di pinggir jalan oleh warga yang melintas di lokasi sekitar pukul 04.30 WITA.

Sebelum mayatnya ditemukan, Rian diduga sudah dibunuh terlebih dahulu oleh pelaku di sebuah hotel di Makassar.

Dugaan tersebut diungkap oleh Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol E Zulpan.

"Jadi mereka menghabisi korban dulu di salah satu tempat, diperkirakan di hotel itu (tempat kedua pelaku ditangkap), lalu dibawa ke TKP kedua, yakni di Mallawa, Maros dan dibakar di lokasi," jelas Kombes Pol E Zulpan, Selasa (15/6/2021).

Baca Juga: Terbongkar Simpan Mayat Anak di Dalam Kamar, Orangtua Jenazah di Temanggung Rela Tenggelamkan Korban ke Dalam Bak Mandi Gegara Termakan Bujuk Rayu Dukun

Hasil autopsi Rian juga menunjukkan bahwa korban sengaja dibakar oleh pelaku.

Hal tersebut terbukti dari adanya cairan yang memicu pembesaran api pada tubuh korban.

Tak hanya itu, terdapat luka tusukan yang memperkuat fakta bahwa Rian dibunuh terlebih dahulu sebelum dibakar oleh pelaku.

Dari kejadian tersebut, keluarga Rian berharap pelaku mendapat hukuman yang setimpal.

Dilansir dari Kompas.com, kakak korban, Reza (23) ingin pelaku segera ditangkap dan diproses secara hukum.

"Kami ingin pelaku mendapatkan hukuman seumur hidup. Kita maunya nyawa balas nyawa, tapi ini kan ada hukum," ujar Reza.

Tak terima melihat kepergian adiknya, Reza hanya bisa bergantung dengan keputusan hukum yang memberi ganjaran serupa terhadap pelaku.

"Kalau bisa hukuman seumur hidup sesuai dengan perbuatan mereka, kalau perlu hukuman mati saja," harap Reza.

Baca Juga: Muak Bersaing Ketat Sejak Kecil dan Benci Sama Orang Kaya, Kaum Anak Muda China Pilih Rebahan

Sebelum adiknya meninggal, Reza menuturkan bahwa Rian menghilang setelah dijemput dua pria tak dikenal, Selasa (8/6/2021) malam.

Sejak saat itu, Rian tak diketahui keberadaannya hingga terdengar pembunuhan di Kabupaten Maros.

Sketsa wajah korban pembunuhan yang mirip Rian membuat Reza menyebut bahwa mayat yang dibakar adalah adiknya.

 

(*)