Find Us On Social Media :

Kompas Talks: Diskusi Strategi Daerah Hadapi Aids Selama Pandemi

By Menda Clara Florencia, Kamis, 22 Juli 2021 | 18:34 WIB

Ridwan Kamil dalam Kompas Talks Kamis (22/7/2021).

Laporan Wartawan Grid.ID, Menda Clara Florencia

Grid.ID - Kompas Talks mengangkat topik Strategi Daerah Hadapi AIDS Selama Pandemi melalui siaran live YouTube.

Diskusi itu dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Plt. Direktur Jendral Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI DR. dr. Maxi Rein Rondonuwu, DHMS., MAR, juga Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI Siti Nadia Tirmizi.

Selain itu juga hadir Kepala Seksi Penyakit Menular Tular Vektor Zoonosis dr. Rosvita Nur Aini. Webinar ini juga didukung oleh Koodinator Nasional Ikatan Perempuan Positif Indonesia (IPPI) Ayu Oktariani.

Sesuai tajuk yang diusung dalam webinar ini, para narasumber mengupas soal orang dengan HIV/AIDS termasuk golongan yang rentan dalam, pandemi virus corona dan strategi apa saja yang dilakukan agar orang dengan HIV/AIDS tetap mendapatkan pengobtan selama pandemi.

"Seiring waktu akumulasi total HIV di jawa Barat sekitar 49 ribu, kemudian AIDS sekitar 11.600-an, kemudian pencapaian tes ada sekitar 47.645 dan yang terdeteksi positi ada 1253 sampai pertengahan tahun, mayoritas ada di laki-laki, kemudian pasangan, dan seterusnya," kata Ridwan Kamil saat Webinar, Kamis (22/7/2021).

Kang Emil juga menyampaikan Jawa Barat tetap melayani pengobatan orang dengan HIV/AIDS selama pembatasan berlangsung.

Hanya saja, layanan dilakukan dengan prosedur protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga: Meninggal Gegara Terserang HIV/AIDS, Playboy Kelas Kakap ini Didatangi 40 Kekasihnya Saat Pemakaman, Semua Pacarnya Langsung Histeris Begitu Sadar Dapat Warisan Mengerikan

"Selama pandemi ini di Jawa Barat memang terjadi penurunan karena pembatasan untuk memastikan layanan tidak terganggu dengan potensi penularan covid, intinya pelayanan tetap dilakukan tapi ada pembatasan dan cara melakukan layanan," imbuh Kang Emil.

Sementara Siti Nadia Tirmizi juga memamparkan data jumlah orang yang terinfeksi HIV tidak kalah menyeramkan dibanding dengan Covid.

Sehingga, selain konsentrasi dengan pandemi Covid-19, jumlah infeksi HIV pun cukup mencengangkan.