Find Us On Social Media :

Stok Vaksin Covid-19 Dipastikan Cukup, Pemerintah Dorong Edukasi dan Kemudahan Akses Vaksinasi

By Yussy Maulia, Rabu, 22 September 2021 | 14:14 WIB

Dialog Semangat Selasa Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN).

 

Grid.id - Anggota Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sub Bidang Mitigasi Falla Adinda memastikan bahwa saat ini stok vaksin Covid-19 di Indonesia masih mencukupi.

Dalam Dialog Semangat Selasa Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9) Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN), Selasa (21/9/2021), Falla menyampaikan saat ini pihaknya justru sedang fokus memberikan edukasi vaksin kepada masyarakat.

“Kita memiliki vaksin dalam jumlah yang memadai dan berbagai merek. Tugas kita berikutnya adalah (kelancaran) dalam hal distribusi, serta meyakinkan masyarakat untuk sadar vaksinasi,” kata Falla melalui keterangan resmi yang diterima Grid.id, Rabu (22/9/2021).

Terlebih, saat ini masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berlevel sudah mulai menuju ke arah yang positif. Hal itu dibuktikan dengan penurunan level PPKM di sejumlah wilayah.

Baca Juga: Ogah Ribet Waktu Bepergian, Pria Asal Italia Bikin Tato Barcode Sertifikat Vaksin Covid-19 di Lengannya, Begini Hasilnya Saat Di-Scan!

Bahkan, seluruh kota dan kabupaten di Pulau Jawa dan Bali sudah terbebas dari PPKM level 4 dan turun ke level 2-3. Meskipun, beberapa daerah di luar Jawa-Bali masih ada yang menerapkan PPKM level 4.

"Jangan sampai setelah PPKM dilepaskan, masyarakat menjadi lengah. Karena itu, kampanye penerapan protokol kesehatan harus terus dilakukan. Hindari keramaian, batasi mobilitas. Semoga third wave tidak terjadi," ungkap Falla.

Senada dengan Falla, Campaign Director Gerakan Pakai Masker (GPM) Fardilla Astari menyampaikan, kampanye dan edukasi tentang protokol kesehatan dan vaksinasi harus dapat menjangkau seluruh elemen masyarakat.

Tujuan utama pun perlu dicapai, yaitu agar masyarakat selalu ingat untuk menggunakan masker dan menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas, serta mau divaksin karena sadar akan manfaatnya.

Baca Juga: Kalbe dan Kompas Gramedia Dukung Percepatan Vaksinasi Masyarakat di Kabupaten Bandung

"Komunitas yang belum terjangkau oleh teknologi digital dan internet juga perlu dirangkul. Caranya, dengan mengerahkan relawan kami untuk melakukan penyuluhan kepada tokoh masyarakat atau pemimpin komunitas," papar Fardilla.

GPM juga aktif memanfaatkan media digital sebagai sarana edukasi yang menyasar kaum muda. Anak muda sebagai agen perubahan dinilai memiliki peran penting dalam proses edukasi dan sosialisasi terkait Covid-19.

Untuk itu, GPM menggelar berbagai program untuk menyasar generasi muda melalui kerja sama dengan berbagai pihak, seperti Satgas Covid-19, KPC PEN, dan lembaga terkait lainnya.

“Kami terus-menerus mengingatkan semua pihak, khususnya anak muda, untuk selalu pakai masker dan segera vaksin. Diharapkan, mereka yang teredukasi ini juga akan menjadi influencer bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Fardilla.

Baca Juga: PPKM Diperpanjang, Pemerintah Akhirnya Izinkan Bioskop Dibuka Kembali, Berikut Ketentuannya!

Permudah akses vaksinasi pada kelompok rentan

Kepala Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Alexander Ginting menegaskan, percepatan program vaksinasi merupakan modal penting untuk mengoptimalisasi kebijakan PPKM.

Pasalnya, PPKM tidak hanya diterapkan untuk mengendalikan transmisi virus, tetapi juga untuk menanggulangi kondisi berbagai sektor yang terdampak pandemi Covid-19.

“Implementasi PPKM adalah wujud kerja sama dan kolaborasi yang sangat khas bangsa Indonesia. Walaupun kasus (Covid-19) sudah turun, PPKM harus terus kita lakukan untuk mengontrol dan mencegah supaya lonjakan kasus tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Alexander pun mengimbau agar program vaksinasi terus diakselerasi, terutama bagi kelompok lanjut usia (lansia) yang rentan terpapar Covid-19.

Baca Juga: Vaksinasi Lansia Jadi Semakin Mudah dengan ‘Program Home Care dan Home Delivery’

"Vaksin dosis pertama lansia masih 26 persen, dosis kedua 18 persen. Padahal, mereka adalah populasi rentan. Untuk mortalitas, lebih dari setengahnya adalah lansia, kasus aktif juga sebagian besar adalah lansia,” tutur Alexander.

Pada kelompok lansia, kendala utama yang kerap dialami adalah akses menuju lokasi vaksinasi yang tidak terjangkau.

Tidak hanya itu, kendala lokasi serupa juga menjadi hambatan bagi para kelompok difabel yang memiliki keterbatasan motorik dan sensorik.

"Oleh karena itu, seluruh sentra vaksinasi diharapkan dapat memberikan kemudahan akses kepada kelompok lansia, difabel, dan kelompok rentan lainnya," kata Alexander.