Find Us On Social Media :

Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang yang Ditemukan Tertumpuk dan Bersimbah Darah di Mobil Masih Misteri, Berikut Fakta-fakta Eksklusifnya

By Rissa Indrasty, Selasa, 28 September 2021 | 19:39 WIB

Rumah Tempat Kejadian Pembunuhan Tuti dan Amalia di Subang.

Laporan Wartawan Grid.ID, Rissa Indrasty

Grid.ID - Kasus pembunuhan ibu dan anak, Tuti Suhartini (55) dan Amalia Mustika Ratu (23), hingga kini menjadi misteri.

Seperti yang diketahui, ibu dan anak yang tinggal di Subang, Jawa Barat, ini ditemukan dalam kondisi tewas mengenaskan.

Jasad kedua korban ditemukan tertumpuk di bagasi mobil Alphard di rumahnya di Kampung Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang, 18 Agustus 2021.

Kedua korban tersebut ditemukan dengan kondisi darah mengalir ditumpuk di bagasi mobil jenis Alphard.

Dikutip Grid.ID melalui Tribunnews.com, Selasa (28/9/2021), pelaku pembunuhan ibu dan anak di Subang leluasa keluar masuk rumah korban dan hapal dengan seluk beluk rumah.

Pelaku pembunuhan di Subang diduga lebih dari satu orang dan menghabisi korban di dalam kamar korban.

Setelah menghabisi korban di kamar, pelaku kemudian membersihkan jasad korban di kamar mandi dan memindahkannya ke bagasi mobil Alphard di garasi.

Baca Juga: Bikin Bergidik Merinding! Pembunuh Ibu dan Anak di Subang Diduga Masih Berkeliaran Bebas, Saksi Kunci Ngaku Stres hingga Tak Berani Melangkah ke Luar Rumah!

Kapolres Subang Ajun Komisaris Besar Polisi Sumarni mengaku telah menemukan titik terang terkait kasus tersebut.

"Titik terang sudah ada, tapi kami belum dapat sampaikan ke media," kata Kapolres Subang Ajun Komisaris Besar Polisi Sumarni yang dihubungi Kompas.com, Senin (23/8/2021).

Sumarni menduga bahwa pelaku telah mengetahui seluk beluk dari rumah korban, pasalnya saat olah TKP tak ditemukan adanya kerusakan pintu atau pencongkelan.

Korban yang telah diekseskusi di kamarnya itu bahkan sempat dibersihkan di kamar mandi, lalu kemudian digeser ke dalam bagasi mobil Alphard.

"Perkiraan pelaku sudah tahu situasi rumah korban, gampang leluasa keluar masuk," sambungnya.

Diduga, butuh waktu 6 jam untuk menghabisi dua koban dan menyimpan mayatnya di bagasi mobil Alphard.

Kejadian itu diperkirakan berlangsung pada malam hari saat penghuni rumah sedang tidur.

Baca Juga: Misteri Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Belum Terungkap, Yoris Ungkap Gelagat Janggal Yosef Sebelum Tuti dan Amalia Dijemput Maut

Pelaku bahkan sempat memandikan kedua jenazah. Entah apa maksudnya. Tak ada satu pun jejak terlihat.

Jejak sinyal telepon seluler juga tidak terlihat.

Bisa jadi, pelaku paham betul bagaimana menghindari jejak yang bakal mengarah pada dirinya.

Dikutip Grid.ID melalui Kompas.com, Selasa (28/9/2021), tim program AIMAN-Kompas TV datang langsung ke Subang, Jawa Barat, untuk mencari sejumlah fakta atas kasus yang masih misterius ini.

Berikut fakta-fakta yang ditemui tim program AIMAN Kompas TV:

Dalam kasus ini, Tuti Suhartini dan putri bungsunya Amalia Mustika Ratu yang biasa dipanggil Amel, ditemukan tewas mengenaskan.

Jasad mereka ditemukan di bagasi mobil milik keluarga pada pagi hari, Rabu (18/8/2021).

Awalnya, polisi menduga pelakunya adalah orang dekat. Sebab, tidak ditemukan jejak-jejak perampokan. Tidak ada barang hilang kecuali 1 ponsel milik Amel.

Baca Juga: Sang Ayah Ngaku Sempat Diancam Putra Sulungnya dengan Senjata Tajam, Kini Terkuak Alasan Yoris Datangi Yosef Sambil Tenteng Golok

Ini juga jadi pertanyaan, kenapa hanya ponsel Amel yang hilang? Apakah karena Amel sempat memergoki aksi para pelaku dan merekamnya? Entahlah!

"Kan sudah ada clue-nya, tidak ada yang dirusak. Artinya, orang bisa masuk dengan gampang. Kira-kira yang bisa masuk dengan gampang siapa? Artinya mungkin sudah saling mengenal, diduga saling mengenal," ungkap Kapolres Subang AKBP Sumarni, sehari pasca-kejadian.

Dugaan bahwa pelaku adalah orang dekat diperkuat dengan fakta bahwa tidak ada satu pun pintu dan jendela rumah korban yang rusak. Kemungkinan ia memiliki kunci untuk masuk ke dalam rumah.

Fakta lain, pelaku diduga tahu denah rumah tersebut.

Pelaku datang dan langsung menuju kamar Tuti Suhartini.

Besar kemungkinan Tuti adalah sasaran utama pembunuhan ini.

Hasil autopsi polisi, Tuti dinyatakan tewas pada tengah malam. Sementara Amel berselang beberapa jam kemudian, jelang pagi hari.

Baca Juga: Pengurusan Yayasan Sempat Jadi Biang Konflik Istri Muda dan Korban Sebelum Meninggal, Kini Terkuak Pembagian Keuntungan dari Yayasan, Yosef Justru Gigit Jari Tak Dapat Bagian?

Dari hasil autopsi juga diketahui bahwa Amel sempat melakukan perlawanan terhadap pelaku.

Dari sinilah muncul dugaan, Amel dieksekusi setelah ibunya. Ada petunjuk Amel bergumul dengan pelaku.

Apakah karena Amel memergoki pelaku? Lagi-lagi masih harus dibuktikan lewat penyelidikan.

Memang dalam beberapa tahun terakhir keluarga ini tengah dilanda konflik.

Suami Tuti, Yosef Hidayah, telah menikah secara siri dengan perempuan lain yang kerap dipanggil Ibu Mimin.

Yosef, Mimin, dan Tuti usianya sama, 55 tahun. Mimin secara siri menjadi istri muda Yosef sejak 2009 silam.

Setelah menikah, Yosef dan Mimin membangun sebuah yayasan pendidikan untuk tingkat SMP dan SMK, tak jauh dari tempat tinggal mereka.

Baca Juga: Kini Blak-blakan Ngaku Bertemu Tuti Sebelum Ditemukan Meninggal Dunia Bersama Amalia di Bagasi Mobil, Yosef Ungkap Pesan Terakhir Istrinya

Wawancara eksklusif dengan Yosef

Saya mewawancarai eksklusif Yosef dan putra sulung Yosef dan Tuti, Yoris Raja Amanullah.

Menurut Yoris, dalam beberapa tahun terakhir, ibunya mengambil alih kepengurusan yayasan karena di bawah Yosef pengelolaan keuangan berjalan tidak baik.

"Papa sering meminta uang, kenapa?" saya bertanya pada Yoris.

"Karena (penghasilannya) sudah di-cut oleh Mama (Tuti)," jawab Yoris.

"Hasil dari yayasan tidak lagi ke Papa karena Papa boros!” tambah Yoris.

Saya lalu menemui Yosef. Ia menangis saat memberikan pesan kepada sang pembunuh.

Yosef mengeluh tentang dugaan yang mengarah pada dirinya sebagai pelaku pembunuhan itu. Ia sedih campur marah.

Baca Juga: Ketakutan Setiap Malam, Saksi Kunci Kasus Pembunuhan di Subang Akhirnya Bongkar Fakta Mengejutkan

“Tidak, bukan saya (pelakunya)," kata Yosef.

Yosef menjelaskan seluruh alibinya. Ia bukanlah orang yang berada di balik pembunuhan ini.

Ia sama sekali tidak mengetahui kejadian itu dan tidak berada di lokasi kejadian.

Selain itu, Yosef mengungkapkan rasa sayangnya yang luar biasa kepada Amel, putrinya.

“Amel itu anak kesayangan saya!” kata Yosef kepada saya, eksklusif, sambil menangis.

Keterangan polisi

Polisi mengakui kasus ini memang bukan kasus biasa. Yang paling pelik adalah tidak adanya petunjuk di tempat kejadian perkara.

"Masalahnya kompleks sekali," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono, Kamis (23/9/2021).

Baca Juga: Jadi Saksi Bisu Pembunuhan Tuti dan Amalia, Ternyata Mobil Alpard Milik Tuti Pernah Jadi Biang Peseteruan dengan Istri Muda Yosef Hingga Korban Ucap Sumpah Serapah, Begini Ceritanya

"Karena terutama adalah tidak ada saksi yang melihat daripada kejadian itu sendiri, tidak ada saksi," kata dia.

Ini bukan kasus pertama yang belum terungkap. Polisi masih punya pekerjaan rumah juga untuk kasus Akseyna Ahad Dori, seorang Mahasiswa Universitas Indonesia yang diduga dibunuh dan jenazahnya di tenggelamkan di Danau UI.

Sesulit apapun kasusnya, dalam dunia kriminal ada ungkapan tak ada satu pun kejahatan yang tidak meninggalkan jejak.

Semoga polisi dapat segera menemukan jejaknya.

Saya Aiman Witjaksono,Salam.

(*)