Find Us On Social Media :

Cynthia Ramlan Hamil Bayi Kembar Tapi Satu Janin Tidak Berkembang, Ini 10 Hal yang Perlu Bumil Ketahui Saat Hamil Kembar, Ternyata Risikonya Lebih Tinggi

By Devi Agustiana, Selasa, 12 Oktober 2021 | 12:07 WIB

Cynthia Ramlan hamil bayi kembar, tapi satu janinya meninggal.

Laporan Wartawan Grid.ID, Devi Agustiana

Grid.ID – Artis Cynthia Ramlan harus menerima kenyataan karena salah satu janin kembarnya berhenti berkembang di dalam kandungan.

Meski demikian, dokter tidak menyuruh Cynthia Ramlan untuk melakukan tindakan medis apapun karena kondisinya masih aman.

Mengutip Kompas.com, hal itu diketahui saat ia melakukan USG pada usia kehamilan 13 minggu.

Saat itu, dokter menjelaskan bahwa satu dari bayi kembar itu tidak berkembang.

"Kami tidak ada program apa pun, mukjizat sekali bisa punya anak kembar. Tapi ternyata saya kondisinya sempat drop, mual berlebihan. Akhirnya (bayi) yang satu keguguran,” ujar Cynthia Ramlan, Senin (11/10/2021).

Menurut Dokter, satu bayi yang kini dikandung Cynthia dalam keadaan sehat dan memasuki usia enam bulan.

“Waktu itu kami cek lebih dalam, ini kehamilan yang rawan sebetulnya. Kami cek segala macam, ternyata baby yang satunya sehat. Bisa dilanjutkan, ya bismillah Insya Allah terus sehat sampai lahiran terus dewasa,” ucap Erlangga Tjokro, suami Cynthia Ramlan.

Baca Juga: Wanita Ini Punya 44 Anak di Usia 36 Tahun, Ternyata Ini Risiko Akibat Terlalu Sering Melahirkan

Memiliki anak kembar, kembar tiga, atau lebih menempatkan kehamilan dalam kategori yang berbeda.

Dengan begitu banyak kondisi kehamilan di luar kendali, penting untuk memastikan segalanya optimal bagi ibu dan bayi.

Dilansir Grid.ID dari Verywell Family, ini 10 hal yang harus dihindari saat hamil anak kembar.

1. Risiko berlebih

Jika kamu tipe orang yang suka berpetualang, mungkin harus sedikit menahan diri selama kehamilan.

Ini bukan waktu yang tepat untuk mencoba terjun payung, mendaki gunung, atau menyelam scuba.

2. Makan terlalu sedikit

Meskipun ini adalah waktu yang tepat untuk konsumsi makanan sehat, tapi bukanlah ide yang baik untuk memulai diet atau membatasi asupan.

Ibu membutuhkan sekitar 300 kalori ekstra per bayi per hari, jadi makanlah yang cukup dan sehat.

Baca Juga: Bingung Soal Jenis Kelamin Calon Bayi? 6 Kondisi Ini Bisa Menandakan Wanita Mengandung Anak Perempuan

3. Terlalu banyak makan

Mengisi makanan kemasan dan kalori kosong tidak berpengaruh apa-apa untuk bayi, justru akan menambah berat badan.

Pilih makanan yang tepat, seperti buah dan sayuran segar, protein tanpa lemak, dan biji-bijian.

4. Dehidrasi

Bukan hanya makanan yang dibutuhkan lebih banyak, cairan juga.

Tubuh ibu hamil membutuhkan banyak air untuk menjaga sirkulasi darah.

Usahakan minum 8 sampai 12 gelas air sehari.

5. Olahraga berlebihan

Aktivitas aerobik berdampak tinggi, seperti menari atau berlari yang akan memberi tekanan pada otot panggul.

Olahraga berat dapat menyebabkan ibu kepanasan jantung, persendian, dan otot tertekan.

Baca Juga: Catat! 10 Syarat Ibu Hamil yang Boleh Menerima Vaksin Covid-19, Usia Kehamilan Harus di Atas 13 Minggu

6. Alkohol atau merokok

Tidak pernah disarankan untuk minum alkohol secara berlebihan, merokok, atau menggunakan obat-obatan, baik sedang hamil atau tidak.

Saat hamil, hal itu bisa membuat bayi yang belum lahir terpapar zat beracun, meningkatkan risiko cacat lahir, dan penyakit kronis.

7. Berendam di air panas

Penelitian telah menunjukkan hubungan antara sering berendam di bak mandi air panas dan keguguran selama trimester pertama kehamilan

Berendam air panas meningkatkan termostat internal ibu dan untuk sementara dapat meningkatkan suhu tubuhnya, mirip dengan demam.

8. Membersihkan kotak kucing

Kucing bisa membawa penyakit toksoplasmosis, yang bisa menyebabkan cacat lahir.

Ini dapat ditularkan jika bersentuhan dengan kotoran kucing.

Baca Juga: Mengenal Pregnancy Glow Alias Kulit Bersinar Saat Hamil, Ternyata 6 Hal Ini Penyebabnya!

9. Terlalu lelah

Ibu mungkin akan merasa sangat lelah pada waktu tertentu, maka penting untuk memberikan tubuh istirahat yang cukup..

10. Mengabaikan tanda bahaya

Risiko persalinan prematur sangat nyata saat hamil anak kembar.

Oleh karena itu, jika muncul tanda yang mengkhawatirkan, segera hubungi dokter.

(*)