Find Us On Social Media :

Kegirangan Gegara Anaknya Langsung Lahap Makan, Begini Cara Kreatif Audi Marissa Mengatasi GTM atau Gerakan Tutup Mulut pada Anak, Orangtua Bisa Tiru Nih!

By Devi Agustiana, Sabtu, 19 Februari 2022 | 14:36 WIB

Audi Marissa punya trik tersendiri mengatasi GTM atau gerakan tutup mulut pada anaknya.

Laporan Wartawan Grid.ID, Devi Agustiana

Grid.ID – Sebagai orangtua, tentu Audi Marissa juga khawatir saat anaknya tidak mau makan.

Melalui unggahan media sosial pada Jumat (19/2/2022), Audi Marissa menjelaskan bahwa putranya, Anzel Maverick Xie sedang GTM alias Gerakan tutup mulut.

Oleh karena itu, istri Anthony Xie tersebut memutar otak bagaimana caranya agar si buah hati mau makan.

Menurut Audi, perilaku GTM yang terjadi pada anaknya karena rasa bosan untuk makan nasi.

Akhirnya, wanita kelahiran 24 Mei 1995 itu membuat sajian unik dan sehat untuk si kecil, yaitu chicken nugget.

“Ini menu yang cocok bgt buat anak yg lagi di fase GTM. Pas aku telitikan yaa ternyata anzel lg gamau nasi tim atau yang ada nasinya lah even nasinya aku buat nasi kepal.”

“Dia lagi suka kentang gitu atau chicken nugget kayak gini,” tulis Audi Marissa dalam unggahan Instagramnya @audimarissa.

Baca Juga: Anti Ribet dan Nggak Pake Lama, Ini Resep Macaroni Beef & Cheese ala Audi Marissa untuk MPASI si Kecil, Yuk Simak!

GTM sendiri merupakan gerakan tutup mulut yang kadang dilakukan bayi saat memasuki tahap MPASI.

Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), Nia Umar menjelaskan ada beberapa faktor yang bisa jadi penyebab seorang anak mengalami GTM.

Dilansir Grid.ID dari Kompas.com, berikut penyebabnya:

1. Prinsip MPASI tidak dijalankan dengan tepat

Menurut teorinya, ada 6 hal dalam pemberian MPASI yang tepat, yaitu:

Pas usia bayinya (rata-rata usia 6 bulan).

Pas variasinya, makan terdiri 4 jenis pangan yaitu karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur dan buah.

Pas teksturnya, pada anak usia 6-9 bulan teksturnya harus lumat halus, disaring, bukan diblender. Untuk anak usia 9-12 bulan, teksturnya bisa dicincang/tim. Sedangkan untuk usia 12 bulan ke atas, bisa mulai makan makanan bersama keluarga.

Kemudian, pas jumlahnya, berikan bertahap tiap kali makan. Untuk anak usia 6-9 bulan dengan porsi setengah gelas air mineral. Sedangkan untuk anak berusia 9-12 bulan dengan porsi makanan 1 gelas air mineral.

Baca Juga: Hidup Enak Setelah Dipinang Mantan Menteri dan CEO TV, Gista Putri Kewalahan Saat Buah Hatinya Berkali-kali Demam Tinggi dalam Sebulan, Yuk Kenali Pertolongan Pertama Saat Si Kecil Demam

Selain itu, pas frekuensinya, bisa sebanyak 3 kali sehari dan diberikan secara responsif.

Terakhir adalah pas kebersihannya.

2. Bosan

Sama seperti yang dialami anak Audi Marissa, si kecil bisa jadi bosan dengan tekstur makanan.

"Perlu dilihat juga variasinya, bagaimana teksturnya, karena semua itu akan memengaruhi anak makan," kata Nia.

"Karena kadang-kadang ada orangtua yang memberikan MPASI itu teksturnya enggak berubah-ubah sehingga anak juga tidak mau makan, karena teksturnya halus terus, atau malah terbiasa halus terus, sehingga tidak naik ke tekstur yang kasar," lanjutnya.

3. Anak tidak tertarik

Penting bagi orangtua untuk melihat perilaku anak seperti tanda-tanda bosan atau tidak tertarik dengan menu makanannya.

(*)