Find Us On Social Media :

Bakal Mudah Dijumpai saat Hari Raya Idul Fitri 2022, Ternyata Ketupat Menyiratkan Makna Khusus yang Tak Banyak Diketahui Orang, Simak Penjelasannya di Sini!

By Mahdiyah, Jumat, 29 April 2022 | 09:46 WIB

Ilustrasi Ketupat untuk lebaran hari raya Idul Fitri 2022.

Laporan Wartawan Grid.ID, Mahdiyah

Grid.ID - Ketupat memang menjadi makanan yang wajib tersaji saat lebaran seperti hari raya Idul Fitri 2022 nanti.

Namun, meski akan dijumpai pada hari raya Idul Fitri 2022 nanti, masih banyak yang belum tahu makna di balik ketupat.

Lalu, apa makna ketupat yang disajikan di hari raya Idul Fitri 2022 ini ya?

Nah, kali ini Grid.ID akan membagikan informasi mengenai makna dari ketupat lebaran seperti yang sudah dirangkum dari KOMPAS.com dan TribunJabar.id pada Kamis (28/4/2022).

Menurut tradisi Jawa, ketupat sendiri merupakan sebuah akronim dari kalimat 'Ngaku Lepat'.

'Ngaku Lepat' sendiri dalam bahasa Indonesia berarti mengakui kesalahan diri sendiri.

Penyajian ketupat saat lebaran ini menjadi simbol permintaan maaf kepada sesama dan pengakuan kesalahan selama ini.

Sedangkan, Sejarawan Universitas Padjadjaran Bandung, Fadly Rahman menjelaskan bahwa ketupat ini memiliki dua makna yang menjadi simbol pengakuan kesalahan.

Pertama, ketupat merupakan akronim dari 'Ngaku Lepat' yang berarti mengakui kesalahan diri sendiri.

Baca Juga: 'Membuat Aku Pengin Belajar Terus' Kini Opa Tercinta Sudah Tiada, Prilly Latuconsina Kenang Momen Tak Terlupakan Sosok Kakeknya yang Inspiratif

Yang kedua, ketupat ini memiliki makna laku papat atau empat laku.

Nah, empat laku yang dimaksud juga memiliki makna tersendiri di baliknya.

Berikut ini makna dari laku papat itu sendiri:

1. Lebaran (berasal dari kata dasar lebar) bermakna membuka pintu maaf lebar-lebar untuk memaafkan kesalahan orang lain terhadap kita

2. Luberan (berasal dari kata dasar luber) bermakna luber atau melimpah, yaitu kita harus menyisihkan rejeki kita untuk bersedekah pada orang yang membutuhkan.

3. Leburan (berasal dari kata dasar lebur) bermakna melebur dosa dengan mengakui kesalahan yang sudah dilakukan selama satu tahun lamanya sebelum Idul Fitri.

4. Laburan (berasal dari kata lain dari kapur) kapur yang berwarna putih memiliki makna kembali putih atau kembali menyucikan diri layaknya baru lahir setelah hari raya Idul Fitri.

Nah, itu lah makna dari ketupat yang selalu disajikan di meja ketika hari raya Idul Fitri.

Pada dasarnya, hari raya Idul Fitri menjadi hari dimana manusia akan kembali fitri seperti bayi baru lahir.

Sedangkan, ketupat inilah yang menjadi simbol manusia yang kembali fitri setelah mengakui segala kesalahan yang diperbuatnya.

Baca Juga: 'Saya Anak yang Selalu Dinantikan', 2 Tahun Tak Rayakan Idul Fitri Bersama Orang Tua, Andhika Pratama Langsung Boyong Anak dan Istri Mudik Lebaran 2022 ke Kampung Halaman

Nah, itu lah makna di balik ketupat yang tak disangka-sangka ternyata menyiratkan makna mendalam.

(*)