Find Us On Social Media :

Baim Wong Daftarkan Citayam Fashion Week ke HAKI, Sosiologi Sebut Tongkrongan Muda Mudi Dukuh Atas Ini Berpotensi 'Dikuasai' Kalangan Atas, Kok Bisa?

By Novia, Senin, 25 Juli 2022 | 16:14 WIB

Baim Wong Daftarkan Citayam Fashion Week ke HAKI disorot Sosiologi Universitas Indonesia!

Laporan Wartawan Grid.ID, Novia

Grid.ID - Seperti yang diketahui, Baim Wong daftarkan Citayam Fashion Week ke HAKI.

Namun, gerak cepat Baim Wong daftarkan Citayam Fashion Week ke HAKI banjir hujatan.

Bahkan, warganet kompak mengkritik dan memberi komentar pedas atas keputusan Baim Wong daftarkan Citayam Fashion Week ke HAKI.

Dikutip dari Tribunnews.com, Selasa (25/7/2022), PT Tiger Wong Entertainment telah mendaftarkan merek Citayam Fashion Week pada 20 Juli 2022.

Melalui nomor JID2022052181, merek Citayam Fashion Week telah didaftarkan atas nama Muhammad Ibrahim atau dikenal populer sebagai Baim Wong.

Tak lama setelah kabar ini beredar, suami Paula Verhoeven auto banjir kritik dari warganet.

Dari pantauan Tribunnews.com, hingga Senin (25//2022) pagi, nama Baim Wong trending Twitter.

Nama Baim Wong menempati posisi pertama yang paling banyak dibicarakan warganet.

Kemudian, HAKI turut menjadi trending topik di nomor berikutnya dengan 20,1 ribu Tweet.

Baca Juga: Auto Dihujat! Baim Wong Daftarkan Citayam Fashion Week ke HAKI, Ternyata Begini Tujuan dan Fungsinya!

Dari dua trending topik tersebut, warganet mengecam tindakan perusahaan Baim Wong karena mendaftarkan Citayam Fashion Week ke PDKI.

Bahkan, postingan Instagram terbaru Baim Wong turut mendapat imbasnya.

Di Instagram sang artis, tak sedikit yang memberi hujatan melalui kolom komentar.

Warganet turut menyindir terkait merek Citayam Fashion Week yang didaftarkan ayah Kiano Tiger Wong itu.

"Created by the poor, stolen by the rich," tulis akun @hashira.meme.

"Ampun si paling citayam fashion week," tulis akun @frikyawsem__.

"Wah yang punya Citayem Pesyen Wiik nih," tulis akun @davyshanab.

Kemudian ditambahkan dari Kompas.com, Sosiolog dari Universitas Indonesia, Hari Nugroho, turut memberi komentar.

Menurutnya tren 'Citayam Fashion Week' berpotensi 'dikuasai' oleh kalangan menengah ke atas yang memiliki sumber daya sosial dan ekonomi lebih.

Baca Juga: 'Saya Hanya Butuh Kepercayaan', Baim Wong Daftarkan Citayam Fashion Week ke HAKI Tuai Polemik hingga Kecaman, Akhirnya Suami Paula Verhoeven Buka Suara

Hal ini, tentunya akan membuat para remaja dari Citayam, Bojonggede, Depok dan Dukuh Atas yang memulai tren tersebut tersingkir.

"Arena ini potensial hanya akan diambil alih oleh mereka yang punya power and resources lebih besar yaitu kalau bukan anak muda kelas menengah Jakarta, atau ya mereka yang mau pakai untuk keperluan panggung politik," kata Hari saat dihubungi Kompas.com, Minggu (24/7/2022).

"Dan akhirnya anak-anak itu (remaja Citayam) akan tersingkir atau sekurangnya hanya menjadi penopang saja, bukan subjek utama arena," tutur Hari.

Hari juga memprediksi tren 'Citayam Fashion Week' tak akan bertahan lama.

Hal ini dikarenakan, kemunculannya yang spontan membuat fenomena Citayam Fashion Week mudah dilupakan pula.

"Menurut saya itu tidak akan bertahan lama, karena itu hanya respons populer saja."

"Kemunculannya itu adalah sebuah komunitas cair yang tidak terstruktur, yang terkonstruksi secara spontan," ujar Hari.

Selain itu Hari juga menilai kemunculan Citayam Fashion Week muncul tanpa adanya tokoh penggerak yang utama atau inti.

"Meskipun ada beberapa nama yang ditokohkan di antara komunitas Citayam itu, tapi mereka bukan pemimpin penggerak sepertinya," tutur Hari.

"Jadi, menurut saya, fenomena Citayam ini hanya fenomena populer saja, dari ketiadaan ruang bagi anak muda di kota satelit Jakarta untuk berekspresi untuk membangun identitas mereka."

Baca Juga: Baim Wong Daftarkan Citayam Fashion Week ke HAKI hingga Dituding Memperkaya Diri Sendiri, Suami Paula Verhoeven Ungkap Tujuannya Legalkan Fenomena yang Viral di Indonesia: Saya Peduli dengan Negara!

"Dan kebetulan tempat di kawasan Sudirman itu menyediakan arenanya," tandas Hari.

(*)