Find Us On Social Media :

Korban Kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang Bertambah 2 Orang, Humas Polda Jatim Sebut 129 Nyawa Melayang karena Insiden Ini

By Annisa Marifah, Minggu, 2 Oktober 2022 | 11:52 WIB

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang

Laporan Wartawan Grid.ID, Annisa Marifah

Grid.ID - Kabar duka datang dari dunia sepak bola Tanah Air.

Melansir Kompas.com, kericuhan ini dipicu oleh Aremania yang naik pitam saat klub bola andalannya kalah kandang.

Diketahui bahwa Arema FC bertanding melawan Persebaya dan kalah dengan skor tipis 2-3.

Awalnya salah satu Aremania mendekati pemain Arema FC dan memberikan kritik serta mengungkap kekecewaan.

Kemudian Aremania lain ikut melakukan hal serupa hingga pemain Arema FC harus digiring aparat keamanan ke ruang ganti.

Situasi di Stadion Kanjuruhan Malang pun semakin ricuh saat diperkiran sekitar 3 ribu orang turun ke lapangan.

Dalam pertandingan antara Arema FC dan Persebaya ini jumlah penonton disebut mencapai 42.288 suporter.

Saat kerusuhan ini terjadi aparat keamanan sempat menembakkan gas air mata ke suporter.

Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta menyatakan bahwa penembakan gas air mata ke tribun penonton sudah sesuai prosedur.

"Para supoter berlarian ke salah satu titik di Pintu 12 Stadion Kanjuruhan. Saat terjadi penumpukan itulah, banyak yang mengalami sesak napas," kata Nico dalam konferensi pers di Mapolres Malang.

Nico juga menyayangkan kematian 127 suporter bola dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan.

Baca Juga: Miris, Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang Jadi Insiden Paling Mematikan Kedua dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

"Seandainya suporter mematuhi aturan, peristiwa ini tidak akan terjadi. Semoga tidak terjadi lagi peristiwa semacam ini," kata Nico.

Dilansir Grid.ID dari Surya.co.id pada Minggu (2/10/2022), korban dalam kerusuhan Stadion Kanjuruhan Malang rupanya bertambah.

Awalnya dinyatakan bahwa 127 orang telah meninggal dunia dalam insiden ini.

Humas Polda Jatim pun mengungkap bahwa korban kini bertambah 2 orang sehingga jumlah total korban yang meninggal dunia menjadi 129 orang.

"Semula 127 kini bertambah 2 menjadi 129 korban. Iya (dari polisi juga)," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto saat dikonfirmasi TribunJatim.com.

Mayoritas korban yang meninggal saat tiba di rumah sakit karena kondisi para suporter yang telah memburuk.

Kebanyakan suporter bola ini mengalami sesak napas, bertumpuk, dan terinjak-injak saat semua orang panik keluar dari stadion.

Baca Juga: Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang Banyak Telan Korban Jiwa, Polisi Ungkap Alasan Lempar Gas Air Mata ke Suporter

(*)