Find Us On Social Media :

Tak Ingat Sudah Bau Tanah, 2 Kakek di Jepara Ketagihan Tiduri Gadis SMP Sampai Hamil, Pakai Modus ini Untuk Rayu Korban

By Ulfa Lutfia Hidayati, Jumat, 1 Maret 2024 | 18:58 WIB

ilustrasi gadis SMP dan korban pelecehan

Ia malah mengaku hanya bercanda dengan meniru video di TikTok.

Keluarga korban yang tak terima pun mendatangi kediaman pelaku, AN (65).

Saat didatangi oleh keluarga korban dan tokoh masyarakat, terduga pelaku pelecehan seksual sempat melakukan perlawanan dan selanjutnya terduga pelaku kabur.

Hal ini disampaikan Yana, yang merupakan Ayah dari satu korban pelecehan seksual.

Saat didatangi, Yana menyebut, terduga pelaku sempat mengelak dengan yang dituduhkan.

Baca Juga: Nafsu Birahinya Tak Pernah Terpuaskan, Inilah Sosok Ratu Valeria Messalina yang Tiduri 150 Pria hingga Nekat Tantang Pekerja Seks Romawi Berhubungan dengan Pria Sebanyak Mungkin

"Dia (terduga pelaku) tidak ngaku, bahkan sampai berani sumpah mati dan membawa nama Tuhan," ujar Yana kepada wartawan di rumahnya tidak lama ini.

Terduga pelaku yang sudah lansia mengaku hanya bercanda.

"Katanya, hanya meniru vidio di TikTok seperti dipegang-pegang dan dicium bagian sensitifnya," katanya.

Saat didatangi, terduga pelaku juga sempat mempersilahkan pihak keluarga korban jika dari pihak keluarga akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Akhirnya usai mendatangi rumah terduga pelaku pihaknya langsung membuat pelaporan ke pihak kepolisian.

"Karena, terduga pelaku masih keukeuh tidak mau mengakuinya," ujarnya.

Sebelumnya, seorang kakek berusia 65 tahun di wilayah Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran diduga melakukan pelecehan seksual terhadap dua anak di bawah umur.

Hal itu diungkap Ayu (20), satu keluarga korban pelecehan anak perempuan yang masih duduk di kelas 4 dan 2 SD.

Pertama mengetahui, ketika Ayu melihat gelagat aneh yang dilakukan berinisial AN (65) terhadap salah satu korban.

Baca Juga: Nyeleneh Abis, Inilah Profesi Aneh di  Afrika yang Tugasnya Berhubungan Intim dengan para Gadis Remaja, Katanya untuk Menjaga Tradisi Lama

(*)