Find Us On Social Media :

Ngeri, Dilanda Suhu Panas Saat Ramadan, Puluhan Warga Pakistan Meninggal Dunia

By Alfa Pratama, Kamis, 24 Mei 2018 | 15:26 WIB

Seorang ibu memegang anaknya saat gelombang panas di Karachi, Pakistan

Gelombang panas melanda Asia selatan dan telah menewaskan puluhan orang.

Suhu udara terus menerus naik hingga di atas 40'C. 

 
 

Di Pakistan hanya ada sekitar 7% ruang terbuka hijau dari keseluruhan wilayah perkotaan.

Baca juga :Dream Trip, Perjalanan Malala Yousafzai Kembali ke Pakistan Untuk Mendukung Pendidikan Bagi Anak-anak Perempuan di Sana

Para ahli mengatakan jika fenomena 'pulau panas perkotaan' sebagai salah satu pemicu mengapa Karachi mengalami gelombang panas.

Fenomena 'pulau panas perkotaan' adalah daerah populasi tinggi yang bersuhu lebih tinggi dari daerah pedesaan yang ada di sekitarnya.

Selain gelombang suhu panas, di beberapa kota juga mengalami pemadaman listrik, terutama pada saat pagi hari.

15 jam.

Baca juga : VIDEO : Ekstremnya Suhu Panas di Pakistan, Ngeri, Lihat yang Terjadi Pada Presenter TV ini

Menurut The Edhi Foundation, sebagian besar penduduk yang meninggal adalah orang-orang dari kelas pekerja lingkungan yang lebih miskin, termasuk anak-anak dan orang tua.

"Mereka bekerja di sekitar pemanas dan boiler di pabrik-pabrik tekstil selama delapan hingga sembilan jam kerja," kata Faisal Edhi, kepala yayasan The Endhi Foundation yang dikutip dari Reuters.

Sementara itu, Fazlullah Pechuho, Menteri Kesehatan Provinsi Sindh, membantah bahwa ada yang meninggal dunia.

Pemerintah juga memperdebatkan jumlah korban tewas dan mengatakan pemicu kematian disebabkan bukan karena dehidrasi.

Shahid Abbas, seorang pejabat senior di Departemen Meteorologi Pakistan, mengatakan bahwa gelombang panas diperkirakan akan berlanjut setidaknya selama 48 jam.

Baca juga :5 Resep Sederhana Membuat Puding, Dari Puding Busa Hingga Puding Panas

Gelombang panas disebabkan oleh sistem cuaca panas dari arah barat laut kota Karachi. 

 

Kejadian ini juga pernah dialami warga Pakistan pada Juni 2015.

Lebih dari 1.200 orang meninggal dunia karena suhu panas di Karachi. (*)