Find Us On Social Media :

Hilang Sudah Kebanggaan Rakyat Malaysia Ketika Pabrik Mobil Nasionalnya Harus Dijual ke China

By Seto Ajinugroho, Rabu, 13 Juni 2018 | 01:00 WIB

Proton

Grid.ID - Sudah buntung masih tertimpa utang.

Nampaknya istilah itu yang sekarang tersemat dari negeri Jiran Malaysia.

Hal ini tercermin dari kondisi ekonomi Malaysia yang kalau noleh dibilang sedang pingsan.

Hutang mencapai Rp. 3.500 triliun rupiah dari 65 persen GDP membuat perekonomian Malaysia kelimpungan.

BACA : Bersihkan Kaca Berdebu, Jangan Asal Biar Nggak Nyesal Nantinya

Akibat bobroknya ekonomi tersebut mempengaruhi berbagai sektor usaha dalam negeri Malaysia.

Salah satru yang terkena imbas dari suramnya ekonomi tersebut adalah dijualnya pabrik pembuat mobil nasional Malaysia, Proton.

Proton yang merupakan industri plat merah dan kebanggaan rakyat Malaysia harus rela dijual kepada perusahaan asal China, Zhejiang Geely Holdings.

Zhejiang Geely Holding membeli Proton karena perusahaan otomotif Malaysia itu terancam bangkrut karena penjualan produknya yang tak memuaskan ditambah kondisi keuangan negara sebagai pemodalnya sedang defisit.

BACA : Pengelola Jembatan Suramadu Jemput Bola, Mudik Biar Nggak Macet

PM Malaysia Mahathir Mohamad yang membidani lahirnya Proton pada tahun 1983 merasa prihatin atas penjualan Proton kepada pihak asing.

Mahathir juga mengutarakan niatnya untuk membuat perusahaan mobil nasional yang baru.

"Mobil nasional harus dimiliki rakyat Malaysia. Perusahaan itu telah dijual ke perusahaan China, itu tidak lagi jadi mobil nasional," katanya di depan Konferensi Masa Depan Asia ke-24 di Tokyo, Jepang, Senin (11/6) seperti dikutip dari Kompas.com.

Mahathir juga menambahkan bahwa nantinya perusahaan mobil nasional Malaysia yang baru akan berkolaborasi dengan mitra di Asia macam Thailand, Jepang, China dan Korea Selatan.

BACA : Hadapi Jalur Tanjakan Pakai Mobil Manual, 4 Hal Ini Pemula Wajib Tahu

"Saya yakin, kami punya kemampuan untuk menghasilkan mobil berkualitas baik yang dapat dijual ke seluruh dunia. Kami ingin akses ke pasar dunia," ucap pria berusia 92 tahun tersebut.

Namun sekali lagi itu baru rencana yang tak mungkin terwujud dalam waktu dekat mengingat kondisi keuangan negara Malaysia sekarang.

Proton dijual kepada Geely pada tahun lalu disaat pemerintahan masih dibawah rezim Najib Razak.

Pada kesepakatannya Geely membeli 49,9 persen saham Proton.

Pembelian Proton tersebut menandai bahwa produsen mobil asal China itu mulai memasukan produknya ke Asia Tenggara.(*)