Find Us On Social Media :

5 Fakta Tenggelamnya Kapal Penumpang di Danau Toba, Satu Orang Tewas

By Veronica Sri Wahyu Wardiningsih, Selasa, 19 Juni 2018 | 12:39 WIB

Laporan Wartawan Grid.ID, Veronica Sri Wahyu W.

Grid.ID - Kapal Penumpang KM (Kapal Motor) Sinar Bangun dari Pulau Samosir, tepatnya Simanindo, Kabupaten Samosir menuju Tigaras, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara dikabarkan terbalik pada Senin (18/6/2018).

Kejadian tersebut dibenarkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir, Mahler Tamba.

Dilansir dari tribunnews.com, kapal tersebut membawa sekitar 80 penumpang dan berangkat dari Simanindo pukul 17:30.

Kapal yang baru saja bertolak dari Simnindo dan masih berada di sekitar perairan Pulau Tao, Simanindo tersebut dihantam ombak Danau Toba dan angin.

BACA:  Nahas, CEO 'Startup' Malaysia Meninggal Dunia karena Ledakan Ponsel

Berikut tim Grid.ID menghimpun fakta-fakta terkait tenggelamnya Kapal Penumpang KM Sinar Bangun melansir dari tribunnews.com.

1. Kronologi Kejadian

KM Sinar Bangun jurusan Simanindo - Tigaras terbalik dihantam angin kencang.

Para tim penyelamat pun langsung berupaya mengevakuasi korban.

Saat terjadi, puluhan penumpang masih terombang-ambing di perairan Danau Toba.

Diungkapkan oleh Kanit Satpol Air Markas Danau Toba, Ipda Alfonso Pasaribu bahwa setelah 45 menit lepas landas dari pelabuhan, kapal mengalami putus kemudi.

Hal tersebut ditambah cuaca yang sangat buruk di tengah Danau Toba.

Melihat kejadian tersebut, petugas kepolisian dan warga saling berkoordinasi untuk mengevakuasi penumpang dari perairan.

Ada dua kapal yang dikerahkan untuk menyelamatkan korban dan dibantu kapal dari masyarakat.

BACA: Lebaran di Lengkawi, Najib Razak Minta Warga Malaysia Melupakan Kesalahan Masa Lalu

2. Puluhan Penumpang Lompat ke Danau

Kasubdio Penmas Humas Polda AKBP MP Nainggolan juga membenarkan kejadian ini dan mengatakan jumlah penumpang sekitar 80 orang.

Diketahui, pada saat kejadian, banyak penumpang yang langsung melompat ke danau untuk menyelamatkan diri.

Tim Basarnas dan Personil Unit MArkas Danau Toba, penyelam langsung diluncurkan dari Pelabuhan Ajibata menuju Tigaras dengan menggunakan kapal Basarnas.

BACA: Anniversary Pernikahan, Tyas Mirasih Akan Liburan Sekaligus Program Hamil

3. Pelabuhan Simanindo Langsung Tutup Sementara

Pencarian korban tenggelam masih terus dilakukan hingga Senin sore.

pemerintah Kabupaten Samosir melalui Dinas Perhubungan pun memberikan pengumuman Pelabuhan Simanindo ditutup pada Selasa (19/6/2018) untuk sementara.

Hal tersebut dilakukan karena tim gabungan yang masih terus mencari korban yang belum ditemukan.

"Fery ataupun kapal penumpang tidak akan beroperasi pada hari Selasa.

Kami masih belum bisa memastikan beberapa hari," ungkap Kepala Dinas Perhubungan, Nurdin Siahaan.

BACA: Gaya Eye Makeup Metalik ala Chacha Frederica yang Memikat, Kayak Apa sih?

4. Satu Penumpang Tewas

Pada evakuasi hari Senin, tim gabungan baru memastikan satu penumpang wanita meninggal dunia.

Kadis Kominfo Samosir, Tambor Simbolon merinci nama korban hilang yakni:

Resmi Sianga (P) alamat Kecamatan Dolok Silau Simalungun,

Khayrani (P), jalan SM Raja Gang Mandailing Medan,

Iksan Zulkarnaen (L), Delitua, Bayu Delitua Pasar 9, Nony Zoya (P), Titi Kuning.

Ferry Sembiring (L) Berastagi, Novia Barus (P) Marindal MEdan, Pandi (L) Deli, Jaudu Simarmata (L) Sihusapi Samosir.

Tiar silaban (P) Sihusapi, Samosir, Ami Elisabet Sitindaon, Gresia Simarmata. Berliana Sipayung.

Demersis Purba Tamak Simpang Bage Saribu Dolok, Hotman Manik (43) Sidamanik Parmahanan.

Hotman Nainggolan, Sionggang Siantar. Dorman Nainggolan, Jaya Sidauruk, Simanindo. Riani br Nainggolan Sionggang P Siantar, Jon Dedi Nainggolan (L), Asteid Nainggolan (P), Lili Lubis (P), Melinton Nainggolan (L), Hasiholan Sidabutar (L), Jonerlin Andrras Purba (L), Nova Sulastri Sijabat (P), Farel Sitanggang (L). Pardamean Purba, Gongong Simarmata, Jonner Silalahi, Ader Nainggolan, Loncer Nainggolan, Selma Sinaga, Ranti Fajar Siregar. Niko, Deni, Febri, Maya, Rizki (Warga Manik Uluan).

Obet Hutauruk (L) asal Harian TNI, Trisman Renol Simarmata (L) Jalan Puan Gunung Purba, Juliana Suraida (P) Depok.

Korban selamat antara lain, Hernando Lingga (L) Tanjung Morawa, Sri Santika (P) Kuala Tanjung, Rahman Saputra Lk (22), Riko Sijabat (L) Kota Pinang, Tiambun Situmorang P (16), Hermanto Turnip (27) Tigaras, Suhendra (L) Siantar.

BACA: Paksa Keluarga Liburan ke Pulau, Kartika Putri Ungkap Penyesalan

Sandri Sianturi (L) Pakam, Dedi Setiawan (L) Pakam, Hafni (P) Siantar, Toni (L) asal Simpang Raja Huta. Rudi (L), Binjai Muhammad Fitri (L), OIndrapura.

Heri Nainggolan (L) Panei Tonga, Juita Morga (P), Jamuda (L) , Parbungabunga dan Josua Sinaga (L) warga Simpang Raja Huta Simalungun.

Sementara itu, identitas korban tewas adalah Tri Suci Wulandari (24), seorang warga Kabupaten Aceh Tamiang, seorang mahasiswa.

Jasad Tri Suci ditemukan tidak jauh dari lokasi terbaliknya kapal dalam keadaan tubuh sudah gembung dan menggunakan daster berwarna merah muda.

5. Anggota Komunitas Vespa Banyak Jadi Korban

Kapolres Simalungun AKBP, Marudut Liberty Panjaitan menegaskan bahwa pengaduan korban kehilangan mencapai 49 orang pada Selasa (19/6/2018).

Kapolres Simalungun menjelaskna hingga pukul 04:00 WIB, korban yang dilaporkan hilang mencapai 49 hilang, 19 korban selamat dan 1 meninggal dunia.

"Kalau nanti jarak pandang sudah terlihat, pencarian akan langsung dilakukan," kata Marudut, Selasa (19/6/2018) pagi.

BACA: 7 Fakta Ular Piton Ini Wajib Kalian Ketahui, Ia Predator Handal

"Kita cek nomor hp korban, suspek berada di area sekarang, sedangkan sebagian di antaranya hilang. Hal itu berdasarkan laporan hingga pukul 22:00 WIB yang dipantau lewat hp di lokasi dan saat ini off," sambungnya.

Simalungun juga menjelaskan bahwa pihaknya mendapat data rata-rata penumpang yang ikut naik di dalam KM Sinar Bangun adalah komunitas vespa yang sedang berlibur lebaran ke Samosir. (*)