Find Us On Social Media :

Mencuci Pakaian dan Sepatu Dengan Teknik Dry Cleaning Bisa Memicu Kanker Seperti yang Dialami Anak Denada

By Seto Ajinugroho, Selasa, 17 Juli 2018 | 20:54 WIB

Denada

Grid.ID - Kesedihan Denada akan kondisi anak perempuannya yang terserang kanker bisa menjadi pengalaman bagi orang tua lainnya.

Shakira Aurum, anak Denada Tambunan yang masih berusia 5 tahun harus terbaring di ranjang rumah sakit karena Leukimia (kanker darah).

Leukimia adalah salah satu kanker darah mematikan yang bisa menyerang siapapun.

Sekalipun ayah dan ibu tidak mempunyai riwayat Leukimia, bukan berarti anak terbebas dari penyakit ini.

Dilansir dari Reader's Digest, ternyata pemicu Leukimia bisa disebabkan dari perabotan rumah tangga.

BACA : Sering Sakit Leher, Kebiasaan Sepele Ini Jadi Pemicunya

Perabotan itu bisa dari sofa, karpet, tirai, penutup jendela, pembasmu serangga, kulkas sampai gelas.

Barang-barang rumah tangga tersebut bisa memicu penyakit kanker secara umum.

Sementara pakaian dan sepatu yang dipakai sehari-hari bisa juga menyebabkan kanker darah.

Terutama pakaian (atasan dan bawahan) dan kaos kaki yang bersentuhan langsung dengan kulit tubuh.

Hal ini karena teknik mencuci secara Dry Cleaning atau mencuci kering.

BACA : Gejala Leukimia Pada Anak Ternyata Mirip Penyakit DBD, Begini Cara Membedakannya

Dikutip dari Kompas.com, teknik mencuci dengan dry cleaning ini memiliki kandungan Perchlorethylene di dalamnya.

Bahan kimi yang biasa disebut Tetrachlorothylene itu merupakan zat untuk mengeringkan pakaian.

Kandungan perchlorethylene itu juga bisa ditemukan pada semir sepatu atau pembersih kayu.

Sebuah studi penelitian di America Cancer Society mengemukakan bahwa paparan perchlorethylene bisa meningkatkan risiko seseorang terkena kanker.

Bukan kanker kulit, melainkan berisiko terserang kanker sel darah putih (leukimia) dan kanker paru-paru.

BACA : Penumpang Pesawat Alami Pendarahan di Kuping Saat Mendarat Darurat, ini Penyebabnya

Paparan zat kimia tersebut masuk ke dalam tubuh melalui udara yang terhirup oleh pernapasan kita.

Namun, perlu diketahui risiko tinggi kanker akibat zat kimia perchlorethylene bisa terjadi jika sering terpapar dan dalam jumlah banyak.

Contonhnya para pekerja laundry atau para ibu yang sering memakai teknik ini saat mencuci sendiri di rumah.

Karena itu sangat disarankan untuk menggunakan masker ketika mencuci dan menjemur pakaian serta menyemir sepatu.(*)