Find Us On Social Media :

Kisah Jumaidi, Satu-satunya Penumpang Pesawat Dimonim Air yang Selamat

By Arif B Setyanto, Senin, 13 Agustus 2018 | 09:14 WIB

Jumaidi, korban selamat Dimonim Air yang terjatuh.

Grid.ID - Pesawat Dimonim Air ditemukan hancur di Gunung Menuk, Distrik Aerambakon pada Minggu (12/8/2018) sekitar pukul 08.45 WIT.

Pesawat yang dikabarkan hilang pada Sabtu (11/8/2018) ini ditemukan oleh tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI-Polri, pemda dan masyarakat setempat.

Ketika hilang, ada sembilan orang yang ada di pesawat Dimonim Air ini.

Termasuk pilot kapten Lessie dan Kopilot Wayan Sugiarta serta tujuh orang penumpang.

(BACA JUGA : Detik-detik Sebelum Pesawat Jatuh dan Mendarat Darurat, Wanita Ini Kirim Pesan Terakhir untuk Suaminya)

Nah, dari peristiwa ini delapan dari sembilan orang yang berada di pesawat itu meninggal dunia.

Satu-satunya orang yang selamat yaitu bocah bernama Jumaidi (12).

Jumaidi mengalami luka patah pada tangan sebelah kanan.

Dia kemudian dievakuasi tim SAR gabungan ke RSUD Oksibil.

(BACA JUGA : Penumpang Pesawat Alami Pendarahan di Kuping Saat Mendarat Darurat, ini Penyebabnya)

Dilansir dari Kompas.com, penyelamatan Jumaidi ini sempat didokumentasikan Penerangan Kodam 17 Cendrawasih.

Dalam rekaman tersebut, tim SAR gabungan berjibaku untuk memberikan pertolongan pada Jumaidi.

Di video tersebut, Jumaidai juga menceritakan kisahnya saat Pesawat Dimonim Air itu terjatuh.

Dari ceritanya, Jumaidai mengaku terhempas keluar ketika pesawat terjatuh dan menghantam pohon.

(BACA JUGA : Hal-hal yang Dilarang Dilakukan Saat Berada dalam Keadaan Darurat)

Jumaidi yang saat itu masih tersadar berdiri dan mencari air minum di balik reruntuhan pesawat.

Jumaidi mencari air karena giginya copot saat terhempas dari pesawat.

"Kemarin sore itu saya di luar, terlempar. Saya masuk lagi cari air minum, gigiku pindah," cerita Jumadi dalam rekaman video tersebut.

Jumaidi juga menangis menceritakan bahwa bapaknya meninggal dalam insiden itu. (*)