Find Us On Social Media :

Maulid Nabi 2018 : Mengenal Tradisi Saweran Koin di Kediri yang Selalu Ditunggu Anak-anak

By Andika Thaselia, Sabtu, 27 Oktober 2018 | 20:10 WIB

Tradisi Saweran Koin di Kediri dalam rangka Maulid Nabi 2018 ini cukup unik dan ditunggu-tunggu oleh anak-anak yang antusias mengikutinya.

Laporan Wartawan Grid.ID, Andika Thaselia Prahastiwi

Grid.ID - Beragam tradisi di Indonesia akan meramaikan perayaan Maulid Nabi 2018 di seluruh Indonesia, termasuk tradisi Saweran Koin di Kediri, Jawa Timur.

Seperti yang diberitakan oleh Kompas.com sebelumnya, tradisi Saweran Koin di Kediri ini dilakukan oleh para jamaah Masjid Jamsaren, termasuk ketika Maulid Nabi 2018 mendatang.

Tradisi Saweran Koin di Kediri ini biasanya dilakukan pada malam hari, dan kemungkinan akan kembali dilakukan pada Maulid Nabi 2018 mendatang.

Baca Juga : Maulid Nabi 2018: Mengenal Festival Ampyang Maulid di Kudus yang Telah Digelar Sejak Abad ke-16

Tradisi Saweran Koin di Kediri ini dilakukan di sela-sela pembacaan kitab oleh para jamaah Masjid Jamsaren.

Yakni kitab Barzanji yang berisi puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW.

Biasanya, tradisi Saweran Koin ini digelar di serambi masjid.

Baca Juga : Maulid Nabi 2018: Mengenal Tradisi Baayun Maulid, Budaya Mengayunkan Bayi Hingga Lansia di Kota Banjarmasin

Tepatnya pada waktu selepas sholat Isya.

Lalu, bagaimana tradisi Saweran Koin ini dilakukan?

Seperti yang dimuat di artikel terbitan Tribun Pekanbaru, para jamaan masjid akan berdiri membentuk lingkaran.

Baca Juga : Maulid Nabi 2018: Mengenal Tradisi Bungo Lado, Pemberian Pohon Uang ke Masjid di Padang Pariaman

Di sela-sela bacaan, para jamaah akan melemparkan koin pecahan Rp 100 hingga Rp 1.000 ke udara.

Lemparan ini nantinya akan mengarah ke kerumunan yang ada di hadapan para jamaah.

Setelah dilakukan pelemparan, uang yang jatuh ke lantai ini akan menjadi rebutan anak-anak.

Baca Juga : Resmi Berhijab, Begini Gaya Kasual Istri Ricky Harun, Herfiza yang Bisa Ditiru Untuk Menyambut Maulid Nabi

Anak-anak ini biasanya sudah menunggu-nunggu kesempatan itu lama sebelum pembacaan kitab Barzanji dimulai.

Siapa sajakah yang melemparkan koin di tradisi Saweran Koin ini?

Para pelempar koin adalah jamaah masjid yang ingin berbagi rezeki.

Baca Juga : Fashion Hijab Sederet Artis Cantik Ini Bisa Jadi Inspirasi Kamu loh, Siap Tampil Modis Saat Perayaan Maulid Nabi nih!

Bukan hanya itu, mereka adalah orang-orang yang ingin melestarikan tradisi di masjid yang berdiri sejak 1908 tersebut.

Koin-koin tersebut akan terus disebar selama pembacaan kitab Barzanji berlangsung.

Dan lagi-lagi, anak-anak akan berjubel berebut tebaran koin yang seolah tak habis-habis itu.

Baca Juga : Siswa SMP di Kediri Nekat Memanjat Tower BTS Setinggi 40 Meter, Neneknya Mengimingi Uang Jajan

Dalam perayaan Saweran Koin pada 2015 lalu, Kompas.com sempat meliput dan menggambarkan suasana yang ada pada acara tersebut.

Salah satu jamaah bernama Aris Fasichuddin yang ikut acara ini mengatakan bahwa dirinya bahkan sudah sengaja menyiapkan uang lebih untuk dibawa ke masjid.

"Tadi sengaja menyiapkan uang receh untuk dibawa ke masjid.

Baca Juga : Kisah Gadis Asal Kediri, Punya Hobi Memelihara Hewan Ekstrem Sejak Umur 2 Tahun

"Sekadar berbagi rezeki kepada anak-anak," kata Aris Fasichuddin kepada wartawan Kompas.com.

Tradisi Saweran Koin di Kediri ini juga menyisakan kegembiraan tersendiri bagi anak-anak yang mengikutinya.

Salah satunya adalah Abdurohman yang bahkan mampu mengumpulkan uang sejumlah puluhan ribu.

Baca Juga : Ibunya Tak Lagi Bisa Melihat, Gadis SD Asal Kediri Ini Dengan Tulus Merawatnya Seorang Diri

"Lumayan dapat uang Rp 27.000.

"Sebagian untuk jajan, sebagian ditabung," kata Abdurohman.

Salah satu pengurus masjid yang bernama Ustadz Zainudin mengatakan bahwa tradisi ini sudah berlangsung lama.

Baca Juga : Mengharukan, Wanita Asal Kediri Ini Berobat Diantarkan Suaminya Dengan Gerobak, Ternyata Inilah Penyakit yang Dideritanya

Tradisi Saweran Koin di Kediri ini menurut sang Ustadz sudah berlangsung sejak turun-temurun dan selalu dilaksanakan setiap Maulid Nabi.

Meskipun begitu, tradisi Saweran Koin ini bukanlah kegiatan utama dari peringatan Maulid Nabi.

Tradisi Saweran Koin ini hanya merupakan sebagian kecil dari rangkaian kegiatan yang digelar takmir selama peringatan Maulid Nabi.

Baca Juga : Kisah Mengharukan Tak Mampu Membayar Biaya Listrik Suami Istri Asal Kediri Ini Tiap Malam Hidup dengan Penerangan Lilin Saja

Tradisi ini juga punya tujuan yang cukup mulia.

Yakni untuk membiasakan anak-anak agar datang ke masjid dan memperkuat sosialisasi para jamaah.

"Setidaknya dengan lempar koin itu menjadikan anak-anak terbiasa dengan lingkungan masjid sekaligus memperkuat silaturahim bagi para jamaah yang ada," ujar Zainudin.

Baca Juga : Sedihnya Kakek 70 Tahun Asal Kediri Ini, Sudah 5 kali Lebaran 5 Anaknya yang Sukses Tak Pernah Nengok

Nah, buat kamu yang akan berkunjung ke Kediri, berminat ikut tradisi Saweran Koin di Maulid Nabi 2018 mendatang? (*)