Find Us On Social Media :

4 Pelanggaran Lalu Lintas Incaran E-TLE, Pemotor Sering Lakukan

By Octa, Minggu, 28 Oktober 2018 | 16:18 WIB

E-TLE sistem tilang via kamera pengawas

Grid.iD - E-TLE (electronic traffic law enforcement) alias sistem tilang via kamera pengawas, bakal berlaku 1 November 2018.

Adapun pelanggaran lalu lintas yang diincar oleh kamera pengawas E-TLE ada 4 jenis, yakni Lawan Arus, Garis Stop, Marka Jalan dan Terobos Lampu Merah.

Bukan hendak diskriminasi, tapi keempat pelanggaran yang diincar kamera E-TLE itu kerap dilakukan oleh pemotor.

Nah pemotor yang tertangkap kamera E-TLE akan dapat dikirimi petugas sebuah surat konfirmasi pelanggaran via Pos, email atau telepon.

Baca Juga : Awas! E-TLE Berlaku 1 November, Sistem Tilang Via Kamera Pengawas

Kelar dapat surat, pelanggar kudu melakukan konfirmasi penerimaan surat pelanggaran lalulintas yang sudah dilakukan.

Kalau sudah dapat surat tilang yang diterbitkan polisi, segera bayar denda via bank dan jangan sampai kelupaan.

Pelanggar yang nggak melakukan pembayaran denda selama 7 hari, maka STNK kendaraan yang dipakai melakukan pelanggaran akan diblokir.

Biar paham! Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu

Lintas dan Angkutan Jalan, berikut aturannya (Pasal 106 ayat 4).

Pada pasal 106 ayat 4, tertulis bahwa 'Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mematuhi ketentuan.

a. rambu perintah dan rambu laranganb. marka jalanc. alat Pemberi Isyarat Lalu Lintasd. gerakan Lalu Lintase. berhenti dan parkirf. peringatan dengan bunyi dan sinarg. kecepatan maksimal atau minimal; dan/atauh. tata cara penggandengan dan penempelan dengan Kendaraan lain.

Baca Juga : Kreatif, Polantas Cover Lagu Su Sayang Untuk Himbauan Keselamatan Lalu Lintas

Aturan yang terkait dengan E-TLE, adanya di ayat 4 (a,b dan c) dan sanksi yang diatur dalam pasal 287 adalah sebagai berikut.

1. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah).2. Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas sebagaimana dimaksud Pasal 106 ayat (4) huruf c dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 (lima ratus ribu rupiah).(*)